Fear trading saham adalah rasa takut kehilangan atau ketinggalan

Fear trading saham adalah rasa takut kehilangan atau ketinggalan yang harus diatasi para trader agar tidak mengalami kerugian.

Ada momen takut mengalami kerugian lebih besar, takut kehilangan momen beli karena memikirkan potensi rugi, ada takut ketinggalan kereta saat harga bergerak melambung tinggi, ada juga takut kehilangan keuntungan saat harga yang sudah profit berbalik turun.

Pada saat takut tersebut ada kemungkinan untuk mengambil keputusan yang bisa menyebabkan kehilangan uang di saldo rekening dana nasabah (RDN), atau kehilangan potensi keuntungan yang seharusnya didapatkan.

 

fear trading saham

fear trading saham

Fear saham takut rugi lebih banyak

Misalnya ketika harga sedang bergerak turun lalu trader ketakutan akan mengalami kerugian lebih besar lagi sehingga memutuskan untuk menjual rugi sahamnya.

Padahal kalau tadi mau bersabar ternyata beberapa saat kemudian harganya berbalik naik diatas harga modal alias cuan apabila tadi tetap bertahan.

Tapi adakalanya fear tersebut juga bermanfaat untuk mengambil keputusan cepat, misalnya ketika sudah menjual rugi sahamnya lalu harga terus menurun sehingga terhindar dari kehilangan uang yang lebih besar.

Fear takut membeli saat harga sedang turun

Ada juga takut ketika harga sebuah saham sedang turun dan dalam posisi ingin membelinya.

Takutnya kalau beli ternyata nanti harganya lebih turun lagi. Nah kerugianya kalau ternyata harga bergerak naik padahal posisinya belum membeli sehingga kehilangan momen yang pas untuk untuk masuk.

Keuntunganya jika ketakutan akan harga yang terus turun itu ternyata terbukti benar, karena menahan diri untuk beli maka terhindar dari kerugian.

Fear saham takut ketinggalan potensi keuntungan

Contoh berikutnya ketika harga suatu emiten saham yang sedang dilihat sedang bergerak naik, trader berpikir bahwa beberapa waktu lagi akan terus naik sehingga takut ketinggalan kereta.

Karena dalam keadaan takut lalu trader berpikir untuk membeli secepatnya emiten tersebut agar bisa ikutan meraih keuntungan.

Namun naas bisa terjadi apabila harga ternyata berbalik turun dengan cepat sehingga bukan keuntungan yang didapat namun porto berubah merah membara tanda sedang mengalami kerugian.

Disini keuntungan juga bisa terjadi  jika ternyata setelah beli lalu harga terus merangkak naik lebih tinggi sehingga porto saham menjadi hijau menyenangkan.

Fear takut keuntungan berkurang atau bahkan rugi

Ketakutan juga bisa terjadi ketika dalam posisi sudah memiliki sahamnya dan dalam keadaan untung, disitu belum melakukan take profit karena berharap harga akan bertambah naik.

Namun suatu ketika grafik bergerak turun, trader merasa takut harga akan terus turun sehingga mengurangi keuntungan atau bahkan rugi, disitu akhirnya secepatnya memutuskan untuk melakukan take profit.

Rasa penyesalan bisa terjadi apabila setelah take profit ternyata harganya berbalik naik kembali sehingga potensi tambahan keuntungan menjadi hilang.

Keuntunganya jika memang benar harganya terus menurun sehingga keuntungan yang tadinya berpotensu hilang berhasil diamankan karena sudah take profit tepat pada waktunya.

 

Ada juga pihak – pihak yang sengaja menebar fear untuk menakut-nakuti trader, entah itu melalui kolom komentar, berita di media masa, atau yang lainya. Tujuanya agar trader menjual rugi sahamnya, penebar fear bisa mendapatkan saham dengan harga murah, memancing trader untuk segera beli saham, atau tujuan lainya.

Jadi perlu mahir menyopir rasa takut (fear) pada diri ya, biar makin mantap berselancar di gelombang ombak harga emiten saham.

Disitulah pentingnya pengalaman, kemampuan analisa, dan ketenangan agar bisa menggunakan fear tersebut secara tepat sehingga bisa menjadi alat trading untuk meraih profit secara konsisten.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.