Strategi Average down dalam investasi saham

Ada banyak jenis jurus yang dipakai oleh investor guna meraih cuan dalam trading saham, salah satunya yaitu average down.

Kata average berarti rata-rata, sedangkan down artinya turun.

Jadi yang dimaksud average down dalam trading saham yaitu membuat harga rata-rata ketika emiten yang dibeli sedang turun.

Misalnya Mr. A membeli saham suatu emiten 1 juta seharga 1110 pada tanggal 19 agustus 2021 ketika sedang ARA dengan harapan besok akan berlanjut naik lagi sehingga mendapat keuntungan, pertimbanganya yaitu saat IPO harganya 850 dan melihat ini emiten termasuk perusahaan prospek maka kemungkinan akan naik begitu pikirnya.

Namun yang terjadi keesokan harinya ternyata diluar perkiraan, saham tersebut justru turun ARB secara beruntun diharga 1060, 1035, 960, 955, 890 ditanggal 16 agustus 2021.

 

Jadi saat mengalami kerugian, asetnya menurun menjadi =  890 / 1110 x 1juta = Rp.801.802,- atau rugi sebanyak Rp.1.000.000,- Rp.801.802,00 = Rp.198.198,-

Saat terjadi penurunan tersebut MR. A menahan untuk tidak menjual rugi sahamnya ( cut lose) dan memilih strategi average down.

Mr. A melakukan average down dengan membeli lagi saham tersebut di harga 890 sebanyak 3juta. Jadi harga rata-rata sahamnya menjadi

  •  Rp.1.000.000,-  : 1110 = 901
  • Rp.3.000.000,- : 890 = 3371
  • 901 + 3371 = 4272
  • (Rp.1.000.000,- + Rp.3.000.000) / 4272= 937
average down investasi saham

average down investasi saham

Jadi harga rata – rata saham Mr. A setelah melakukan average down yaitu 937 dengan begini maka harganya tidak terlalu tinggi dari market 890. seandainya besoknya saham tersebut ARA 25% maka berubah menjadi (25% x 850) + 850 = 1113, ini berarti Mr. A sudah meraih profit.

 

Dalam melakukan average down perlu melihat prospek sebuah emiten kedepan apakah akan terus menurun atau ada kemungkinan untuk mantul naik.

Oh iya jika memutuskan melakukan strategi average down ini berarti membutuhkan uang ekstra diluar dana yang sudah di investasikan kedalam saham.

Dalam melakukan trading saham sebaiknya masih ada dana lain yang bisa digunakan, entah itu dengan cara menyisakan dana menganggur di portofolio, atau dengan penambahan modal.

Pastikan untuk memikirkan resikonya sebelum mengambil keputusan akan mengambil langkah average down, saya disini hanya menyampaikan ilmunya mengenai apa itu average down. Resiko akibat keputusan yang anda lakukan merupakan tanggugjawab anda sendiri. Trimakasih semoga rezeki semakin berlimpah dan barokah.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.