Panic selling saham adalah menjual dengan panik ketika prediksi harga akan turun

Panic selling saham adalah menjual dengan panik ketika prediksi harga akan bergerak turun untuk menghindari kerugian atau berkurangnya keuntungan.

Kerugian terjadi ketika harga bergerak dibawah modal beli, Sedangkan berkurangnya keuntungan terjadi ketika harga sudah bergerak diatas modal beli namun kembali berbalik turun ke bawah.

Pengeloaan emosi sangat penting saat melakukan trading saham sehingga tidak melakukan panik selling. Karena ketika dalam keadaan panik biasanya tidak bisa berpikir dan melakukan analisa pergerakan harga dengan tepat baik itu secara teknikal, fundamental, bandalmology atau sistem lainya.

 panic selling


panic selling

Selain emosi juga perlu ilmu pengetahuan trading saham yang cukup sehingga bisa menemukan alternatif lain yang bisa dipakai untuk menghindari kerugian tanpa harus menjual emiten.

Misalnya jika yakin nantinya harga akan kembali naik saat turun maka bisa memakai strategi average down, yaitu membeli lagi ketika grafik sedang turun sehingga mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah dari pembelian awal.

 

Contoh panic selling saat harga bergerak dibawah modal beli

Mr. A membeli saham di harga 1000 dengan keyakinan nanti akan naik menjadi 1200 namun beberapa menit kemudian ternyata grafik justru menurun di harga 950.

Mr. A sangat panik karena takut kalau harganya akan terus turun di harga 800 an sehingga kerugian akan bertambah besar.

Mr. A lalu melakukan panic selling dengan menjual rugi sahamnya di harga 940.

Jika selanjutnya pergerakan harganya ternyata 800 maka cut lose yang dilakukan merupakan keputusan yang tepat.

Namun ketika harga tenyata berbalik naik menjadi 1100 maka panic selling yang sudah dilakukan merupakan sebuah kerugian.

 

Contoh panic selling ketika harga bergerak diatas modal beli

Mr. A membeli saham di harga 500, beberapa waktu kemudian harga bergerak ke angka 700. Senangnya hati karena keuntungan sudah didepan mata. Namun tiba-tiba harga berbalik turun ke angka 650.

Mr. A merasa panik takut kalau harga terus turun sehingga keuntungan yang sudah didepan mata bisa lenyap.

Lalu memutuskan untuk menjual di harga 650 dengan sedikit keuntungan.

Apabila yang terjadi selanjutnya adalah harga bergerak ke angka 500 atau bahkan 450, maka panic selling yang sudah dilakukan merupakan keputusan tepat.

Namun jika kemudian harga berbalik naik ke angka 800 atau 900 maka Mr. A mendapat kerugian kehilangan prospek keuntungan yang seharusnya bisa lebih besar.

 

Begitulah gambaran tentang penjelasan panic selling dalam trading saham, pastikan untuk mengatur psikologi diri dan perbanyak ilmu agar tetap tenang saat trading saham.

Perbanyak juga melakukan ibadah seperti sholat, puasa, zakat, dll karena itu bisa melatih diri agar berjiwa tenang.

Allah juga berjanji bahwa orang bertaqwa itu akan dimudahkan dari kesulitan dan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.