Panic buying saham adalah membeli saat panik karena prediksi harga akan naik

Panic buying saham adalah membeli saat panik karena prediksi harga akan naik sehingga takut ketinggalan momentum.

Ini merupakan kebalikan dari panic selling yang sudah kita jelaskan sebelumnya yaitu menjual saat panik karena memperkirakan harganya akan terus bergerak turun.

panic buying

panic buying

Melakukan panic buying saat trading saham bukanlah sesuatu yang baik, karena ketika pikiran dalam keadaan panik maka analisa bisa berkurang sehingga potensi untuk mengalami kerugian menjadi lebih besar.

Oleh karena itu perlu mengatur psikologi diri agar tetap tenang dan tidak panik sehingga bisa meraih keuntungan.

 

Contoh panic buying saham

Misalnya Mr. A akan membeli sebuah saham yang saat itu harganya 1000, pembelian belum dilakukan karena masih ragu apakah harganya akan naik atau turun.

Tiba-tiba sahamnya bergerak naik dengan cepat diharga 1100 dan diperkirakan oleh Mr. A akan terus naik ke 1200.

Ia merasa panik dan buru-buru membeli saham tersebut di harga 1110.

Jika yang terjadi kemudian harganya berbalik turun ke 1000 maka keputusan membeli saat panik tadi merupakan langkah yang salah sehingga menyebabkan kerugian.

Sebaliknya jika ternyata pergerakan harganya sesuai prediksi naik ke 1200 maka keputusan membeli saat panik tersebut merupakan langkah tepat yang memberikan keuntungan.

 

Beberapa saham naik turunya sangat fluktuatif dan berlangsung dalam waktu cepat, terutama saham gorengan yang sangat tidak disarankan untuk para trader pemula jika belum bisa mengontrol emosi diri serta paham betul bagaimana ilmunya.

Jika masuk ke saham gorengan dan panik saat tiba-tiba harga turun atau naik maka bisa menjadi awal dari kerugian.

Agar tidak panic buying sebaiknya melakukan analisa mendalam sebelum membeli sebuah emiten saham. Dengan begitu maka bisa memperkirakan diposisi harga mana akan melakukan pembelian, dan di posisi harga mana akan melakukan penjualan.

Misalnya dengan melihat candlestik pada grafik saham maka bisa mendapatkan gambaran dimana posisi harga paling rendah dan tertinggi, dan kapan ada sinyal bahwa harga akan bergerak turun atau naik. Dengan begitu maka bisa mengurangi munculnya keadaan panic buying.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.