Menjual Waktu Untuk Mendapat Uang

Disaat jutaan orang menjual waktu untuk mendapat uang, saat itu banyak orang yang rela mengeluarkan seluruh hartanya untuk membeli sedetik saja agar masih bisa merasakan kehidupan, mereka terbaring di rumah sakit, beberapa diantara mereka dulu ada yang pernah menghabiskan sebagian besar umurnya untuk mengumpulkan kekayaan, saat masih dalam kondisi sehat mereka sibuk memikirkan dan memperjuangkan masa depan sehingga lupa untuk menikmati kebahagiaan masa sekarang, ia juga sibuk meratapi penderitaan di masa lalu sehingga tidak sempat merasakan indahnya saat ini. ah.. begitulah lika-liku kehidupan yang menggiurkan tapi juga melenakan.

 

mendapat uang

mendapat uang

Kita boleh menjual waktu untuk mendapat uang tapi dengan syarat masih dalam batas kewajaran, yang tidak wajar yaitu ketika kita harus bekerja siang dan malam dengan mengorbankan banyak waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk keluarga, bermasyarakat, rekreasi, beribadah, dan lain lain. Kita wajib menjaga keseimbangan hidup agar meraih kebahagiaan. Kita gunakan prinsip ekonomi yaitu modal sekecil mungkin dengan keuntungan sebesar-besarnya, begitu juga dalam bekerja atau berusaha kita habiskan waktu sedikit mungkin namun dengan penghasilan yang sebesar-besarnya selama masih dalam koridor halal. Bekerja dan berusaha adalah kewajiban bagi setiap manusia untuk meraih kehidupan yang lebih baik, tapi berlebih-lebihan dalam bekerja juga bukanlah hal yang baik karena disitu berarti ada sisi lain yang banyak dikorbankan, adakalanya hal-hal lain tersebut sebenarnya jauh lebih berharga dari pada  uang, contohnya kesehatan, waktu, keluarga, iman, ketaqwaan.

 

Jika kita dalam posisi sebagai karyawan yang terikat waktu oleh peraturan perusahaan. Ketahuilah bahwa pemerintah indonesia melalui undang-undang ketenaga kerjaan sudah membatasi jam kerja dalam sehari itu maksimal 8 jam, kalaupun lebih dari itu maka dihitung sebagai lembur namun waktu lemburnya juga tidak boleh berlebih-lebihan. jika ada perusahaan yang melanggar peraturan tersebut dengan menerapkan jam kerja normal lebih dari 8 jam tanpa adanya kesepakatan dengan karyawan, maka sebagai karyawan tidak berkewajiban untuk mematuhinya, bersikaplah sebagai pemberani jika posisi kita benar, ingat selalu bahwa perusahaan bukanlah Tuhan. Yang memberikan rezeki itu Allah dengan berbagai bentuk jalan, salah satunya dititipkan kepada perusahaan dengan memberikan gaji kepada karyawan.

 

Jika kita sebagai pengusaha yang menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan penghasilan uang sebanyak mungkin, ketahuilah bahwa kemuliaan hidup bukan ada dalam banyaknya uang sehingga kita bisa dibilang wah oleh orang-orang. wah.. kaya, wah.. hebat, wah.. sukses. dan yang terjadi kata orang justru ngomongin kita sebagai orang gila, mereka bilang wah.. gila rumahnya besar, wah.. gela mobilnya mewah. atau dalam bahasa jawa “edan”. sangat disayangkan apabila sebagian besar umur kita dihabiskan untuk memburu pujian. kemuliaan itu baru kita raih apabila bisa menjadi orang bertaqwa yang mampu menggunakan harta sebagai alat untuk hidup lebih bermanfaat, tak peduli apakah harta itu sedikit maupun banyak.

 

Semoga kita tergolong sebagai orang yang berlimpah uang, namun tetap memiliki banyak waktu luang, bisa dengan mudah mendapatkan banyak uang dengan kebebasan mengatur waktu merupakan suatu bentuk kenikmatan hidup yang patut kita perjuangkan, dan di syukuri apabila sudah meraihnya. beryukur itu bukan hanya merasa cukup dengan apa yang sudah ada, tetapi masih ditambah lagi dengan menggunakan apa yang sudah ada sesuai fungsinya, sebagai alat untuk lebih banyak menebar kemanfaatan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.