Membatasi big lost dalam trading saham maksimal 3% saja

Kegiatan investasi saham itu kalau tidak untung ya rugi. Tidak semua keputusan bisa membuahkan profit, karena ada kalanya salah perhitungan sehingga yang muncul justru kerugian.

Oleh karena itu kita perlu membatasi kerugian tersebut agar tidak terlalu besar atau biasa disebut sebagai big lost. Saya sendiri berusaha membatasi big lost dalam trading saham maksimal 3% saja.

Memang ada kalanya lebih sedikit dari 3% jika memang ada kemungkinan harga akan kembali naik. Atau bisa saja terpaksa lebih besar jika terjebak di saham yang mengalami auto rejection bawah (ARB) dan belum sempat keluar.

 

Contohnya ketika membali saham dengan grafik dibawah ini. Saya beli di harga 810 dengan prediksi harga akan naik dengan pertimbangan melihat pergerakan sebelumnya.

Namun ternyata harganya justru turun ke 780, disitu saya melakukan average down sehingga mendapat harga rata – rata 805.

cut lose untuk menghindari big lost

cut lose untuk menghindari big lost

Tapi ternyata dengan cepat harga bergerak lagi kebawah di harga 760, disitu kerugian sudah 3% sehingga saya memutuskan untuk melakukan cut lose di harga 760.

Dan beruntungnya ternyata harganya masih turun ke bawah sehingga terhindar dari resiko rugi yang lebih besar. Saham tersebut mengalami ARB di harga 735 yang kemungkinan besar akan berlanjut ke hari berikutnya.

orderbook saham ARB

orderbook saham ARB

Pada order tersebut bisa kita lihat antrian di harga 735 ARB mencapai 624.152 lot sehingga cukup sulit untuk menjual sahamnya apabila tidak ada yang mau menampung.

Jika besoknya kembali ARB turun 7% maka hargaya berada di 684.

Update 13 okt 20121 = seperti prediksi di hari sebelumnya ternyata harganya memang langsung ARB saat pembukaan pasar reguler jam 9 pagi

saham ARB besoknya ARB lagi

saham ARB besoknya ARB lagi

Jadi keputusan cut lose di hari sebelumnya merupakan keputusan tepat.

 

Begitulah fungsinya cut lose agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar. Namun tidak semua cut lose itu merupakan keputusan tepat, karena terkadang setelah jual rugi ternyata harganya justru berbalik naik.

Dengan tidak mengalami big lost, maka profit dari kesempatan lain masih bisa memberikan keuntungan atau setidakanya cukup untuk menutupi kerugian.

Jadi sangat penting untuk membatasi kerugian dalam trading. Saya memutuskan maksimal rugi 3% saja, jika 5 kali untung diatas 3% lalu ada satu kesempatan mengalami kerugian 3% maka kalau di total semuanya masih tetap profit.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.