Jadilah pribadi yang bisa memaafkan orang lain disaat mampu membalas

Jadilah pribadi yang bisa memaafkan orang lain disaat mampu membalas kedzaliman atau kejahatanya, ketahuilah bahwa itu adalah salah satu kunci pintu surga, itu adalah kunci pembuka peti harta karun terbesar di dunia yang isinya berupa kebahagiaan hidup di dunia maupun akherat. Memang berat untuk melakukanya, tapi tetaplah berjuang untuk bisa meredam hati, tetaplah berusaha untuk bisa memaklumi setiap kesalahan yang dilakukan orang lain sehingga mampu ikhlas untuk memaafkanya.

 

Dalam hati pasti ada goncangan batin untuk selalu menggerutu “Orang kok begitu…” atau “dasar orang…”. Rasa tidak terima itu justru akan menjadi beban bagi diri kita sendiri, hati yang seharusnya plong penuh ketenangan justru diisi dengan keinginan menggerutu yang menggebu-gebu. Belum lagi kalau disertai keinginan untuk berbuat jahat akibat dendam, itu akan menyita banyak energi, waktu, tenaga dan yang lainya sehingga membuat hidup terasa sempit dan susah. Jika raga tidak kuat maka bisa berpotensi mengganggu kesehatan, paling tidak kepala pusing, cahaya wajah menjadi buram jelek karena sering uring-uringan. Kalau kondisinya begitu maka dimanakah letak surga dunia berupa kebahagiaan dan ketenangan hidup? bukankah lebih baik jika kita memaafkan dan menggunakan energi diri untuk melakukan hal-hal positif yang berguna untuk kehidupan.

mohon maaf

mohon maaf

Lalu bagaimana caranya agar diri kita bisa memaafkan orang lain yang dzalim atau berbuat jahat? intinya yaitu kita harus punya alasan agar bisa memakluminya. berikut ini beberapa pola pikir yang bisa dicoba.

  1. wajar dia berbuat salah, karena ilmu agamanya sedikit.
  2. Alhamdulillah orang lain membicarakan keburukan atau memfitnah kita, dengan begitu maka dosa-dosa kita diambil alih oleh mereka sebagai imbalanya.
  3. Mungkin ada yang salah pada diri kita, sehingga ia berbuat jahat pada kita.
  4. Biarlah keburukanya menjadi ladang amal bagi kita untuk menasehati dan merubahnya menjadi lebih baik.
  5. Alasan lainya, silahkan disesuaikan dengan kondisi diri serta situasi masing-masing.

 

Ada sebuah hadis yang berkaitan dengan hal ini, yaitu seperti ini

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُشْرَفَ لَهُ الْبُنْيَانُ ، وَتُرْفَعَ لَهُ الدَّرَجَاتُ فَلْيَعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَهُ ، وَلْيُعْطِ مَنْ حَرَمَهُ ، وَلْيَصِلْ مَنْ قَطَعَهُ ”

“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangunan di Surga, hendaknya ia memafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya.” (HR. Thabrani).

Jadi marilah kita berusaha menjadi pribadi yang bisa memaafkan orang lain meskipun mampu untuk membalasnya. Dan izinkan diri saya memohon maaf kepada sahabat sekalian apabila ada kesalahan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.