cara membaca orderbook saham agar trading untung

Cara membaca orderbook saham agar trading untung merupakan pengetahuan wajib bagi investor terutama trader scalper yang investasinya dalam jangka waktu pendek saja entah itu mingguan, harian atau bahkan menitan.

Pada orderbook terlihat berapa jumlah pemesanan disetiap harga baik itu yang sedang antri membeli atau menjual. Dari situ bisa diperkirakan pergerakan harganya apakah akan turun atau naik.

Namun itu juga tidak bisa dijadikan patokan 100% karena terkadang ada juga offer palsu yang dibuat oleh broker untuk memanipulasi orderbook sehingga trader menjadi salah prediksi.

Jadi kita masih perlu melihat indikator lain seperti grafik candlestik, laporan keuangan perusahaan, fundamental, serta berita media yang terkait dengan saham perusahaan tersebut.

 

Contoh orderbook saham dan penjelasanya

Misalnya disebuah saham perusahaan yang namanya kita samarkan menjadi SHAM kita lihat orderbooknya seperti ini

orderbook saham

orderbook saham

Penjelasan

  • SHAM = nama saham perusahaan, disini kita tuliskan nama SHAM sebagai contoh saja.
  • LAST = harga saham terbaru saat ini
  • Prev = harga saham selanjutnya
  • Chg = change, perubahan harga saham
  • % = presentasi kenaikan atau penurunan harga saham
  • Freq = frequensi
  • Open = harga saham pagi haru di awal pembukaan perdagangan bursa reguler.
  • High = harga saham tertinggi pada hari perdagangan tersebut
  • Low = harga saham terendah pada hari perdagangan tersebut
  • F buy = force buy atau pembelian paksa saham
  • F sell = force sell atau penjualan paksa saham karena trader menggunakan dana pinjaman dari sekuritas yang sudah melewati batas waktu tempo pembayaran.
  • Lot = jumlah lot yang sedang dalam antrian jual dan beli
  • Lot Bid = jumlah lot yang sedang antri di suatu harga
  • Offer Lot = jumlah lot yang sedang antri jual di suatu harga

 

Cara membaca orderbook yaitu dengan melihat angka- angka yang tampil dimasing-masing kolom yang sudah kita jelaskan tadi. Angka – angka tersebut perubahanya bisa sangat cepat di setiap detik mengikuti pergerakan pasar.

Misalnya pada orderbook diatas kita bisa tahu bahwa harganya sahamnya sedang berada di angka 80. posisi harga sedang merah atau minus yaitu dibawah perdagangan harga kemarin berada di 81.

ada antrian jual

  • 89 = 16.362
  • 88 = 15.674
  • 87 = 16.714
  • 86 = 19.541
  • 85 = 113.571
  • 84 = 100.703
  • 83 = 116.395
  • 82 = 104.300
  • 81 = 148.241
  • 80 = 91.192

ada antrian beli

  • 79 = 118.113 lot
  • 78 = 232.335 lot
  • 77 = 388.119
  • 76 = 470.607

 

Jika jumlah lot di antrian harga 80 itu volumenya semakin sedikit maka kemungkinan harga akan naik, tapi masih ada hambatan di antrian 81 – 85 itu antrianya besar jadi agak sudah untuk naik, namun jika bisa melewati harga 85 maka naiknya bisa kencang karena di harga 86 ke atas antrianya sedikit.

Kalau kemungkinan harga untuk turun ke 79 ada jika, ada penambahan volume antrian di harga 80 jumlah lot nya melebihi di harga 79. Kalau melihat orderbook tersebut cukup aman dari kemungkinan turun ke harga 78 – 76 karena antrian belianya cukup besar alias banyak yang siap menampung beli.

 

Begitulah kurang lebih contoh cara membaca orderbook saham untuk membayangkan apakah harganya akan naik atau turun sehingga bisa meraih keuntungan dalam trading.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.