Beli saham yang harganya turun karena panic selling dan berpotensi naik

Beli saham yang harganya turun karena panic selling dan berpotensi naik merupakan ladang bagus bagi trader cerdas.

Panic selling adalah menjual saham secepatnya saat dalam keadaan panik karena takut harganya akan turun lebih dalam lagi.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan para pemilik saham suatu perusahaan merasakan panik sehingga rela menjual rugi atau istilahnya cut lose.

Misalnya ada berita negatif mengenai perusahaan terkait, sengaja ditakut-takut pihak tertentu, aksi gorengan broker pemilik jumlah lot besar, dan sebagainya.

Disitu trader harus pintar menganalisa hal-hal yang menyebabkan panic selling tersebut apakah hanya bersifat sementara atau memang benar-benar akan membuat harga saham semakin anjlok.

 

Misalnya ada berita negatif mengenai tokoh yang terkait perusahaan, sebagian pemilik saham bisa merasa panik dan segera menjual sahamnya.

Jika banyak yang menjual maka harganya bisa turun secara cepat. Padahal berita negatif tersebut hanyalah dari individu yang bekerja di perusahaan tersebut misalnya selaku direksi.

Lalu jika perusahaan segera mengganti dengan direksi yang baru maka selesai sudah permasalahan, selanjutnya harga sahamnya bisa kembali naik di harga normal atau bahkan melesat jauh lebih tinggi lagi.

 

Contohnya selanjutnya yaitu saat saham turun drastis ARB berjilid jilid, disitu banyak pemilik saham sedang panik dan berusaha menjual sahamnya secepat mungkin agar tidak rugi lebih banyak lagi.

Menjual di harga ARB bisa jadi sulit jika tidak ada yang mau beli, tapi ada juga trik agar bisa berhasil menjual di harga ARB.

panic selling saham

panic selling saham

Disitu trader bisa memantau jumlah volume antrian yang sedang menjual di harga ARB sambil melihat grafik candlestik. Jika volume antrianya sudah semakin mengecil, dan ada potensi beli besar.

Ditambah sinyal dari grafik candlestik yang mengisyaratkan akan naik kembali. maka disitulah momen yang tepat untuk membeli saham tersebut sambil berdoa semoga berbalik naik kembali.

Namun harap hati-hati karena jika perkiraanya salah maka bisa ikut terjebak di harga ARB dan turun lagi keesokan harinya.

 

Disitulah perlunya mengasah psikologi trading saham, perlu melihat kepanikan market dan apakah ada potensi harga naik kembali sehingga bisa menjadi peluang untuk meraih cuan secara konsisten setiap hari.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.