ARA ARB auto rejection atas bawah dalam bursa saham

Disini kita jelaskan mengenai ARA ARB auto rejection atas bawah dalam bursa saham. ARA adalah auto rejection atas dalam bursa saham yaitu batas prosentase maksimal kenaikan saham dalam sehari. Jadi ketika suatu saham perusahaan mencapai batas ARA maka sudah tidak bisa naik lagi pada hari perdagangan tersebut. Saham tersebut bisa naik kembali besok harinya.

Ada beberapa kebijakan yang berkaitan dengan ARA ini yang wajib diketahui para trader saham agar tidak mengalami kerugian dan dapat meraih untung maksimal.

 

Beberapa peraturan mengenai ARA saham

  1. Saham yang harganya Rp.50,- sampai Rp.200,- diberikan batas ARA 35% dalam sehari.
  2. Saham yang harganya Rp.200,- sampai Rp.5000,- diberikan batas ARA 25% dalam sehari.
  3. Saham yang harganya Rp.5.000,- ke atas diberikan batas ARA 20% sehari.
  4. Untuk saham yang baru IPO maksimal jumlah ARA 2 kali prosentase auto rejection.
  5. Jumlah pembelian saham maksimal 50.000 lot atau 7% dari jumlah efek yang tercatat, ini diambil mana diantara keduanya yang lebih kecil. Jika melebihi dari jumlah tersebut maka terkena auto rejection.

Contoh saham ARA 35%

saham ARA 35%

saham ARA 35%

Contoh saham ARA 25%

saham ARA 25%

saham ARA 25%

 

Selain ARA juga ada istilah ARB (auto rejection bawah) yaitu batas maksimal penurunan suatu saham dalam sehari, pada saat pandemi batas ARB suatu saham ditetapkan sebesar 7%.

Contoh saham ARB 7%

saham ARB 7%

saham ARB 7%

Saham ARA dan ARB mempunyai prosentase kenaikan atau penurunan tinggi dalam sehari sehingga tidak disarankan untuk dijadikan emiten trading bagi para pemula yang belum cukup ilmu dan pengalaman. Misalnya jika suatu saham mengalami ARB maka cukup sulit untuk menjual atau keluar karena antrianya sedang padat, namun ada trik khusus untuk keluar dari saham ARB.

Karena bisa saja saham tersebut sedang digerakan dengan likuiditas tinggi oleh bandar (trader bermodal besar). Pergerakan naik turun saham secara cepat tersebut biasanya memanfaatkan berita atau rumor yang sedang beredar.

 

Sebaliknya bagi para trader yang sudah berpengalaman bisa memanfaatkan saham ARA dan ARB ini untuk meraih keuntungan tinggi dalam waktu lebih cepat.

Begitulah penjelasan mengenai ARA (auto rejection atas) dan ARB (auto rejection bawah) dalam bursa saham, semoga bisa menambah pengetahuan para sahabat trader sebagai bekal meraih profit lebih tinggi.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.