Terkadang Kita Harus Marah Untuk Kebaikan

Terkadang kita harus marah untuk kebaikan, seperti langit mendung dengan petir menggelegar disertai hujan deras menyuburkan alam. marah itu bagaikan kuda api yang apabila kita bisa menunganginya dengan baik maka kita akan berdiri gagah diatasnya, denganya naik kuda api tersebut maka kita bisa diantarkan ke suatu tujuan dengan melesat lebih cepat bagaikan petir menyambar-nyambar. Namun sang Marah yang bagaikan kuda api tidaklah mudah untuk dijinakan, karena ia sangatlah liar, apabila kemampuan pengendalian diri kita tidak baik, maka bersiaplah terkena panasnya kuda api, tubuh kita bisa terbakar habis olehnya.

 

marah untuk kebaikan

marah untuk kebaikan

Marah itu juga seperti api yang apabila digunakan seperlunya dengan besaran yang pas, maka berbagai makanan yang lezat bisa termasak, dengan api tersebut kita bisa menyantap berbagai hidangan lezat, namun jika api itu terlalu besar tak terkendali maka bisa melalap habis berbagai benda disekitar, berbagai kerusakan bisa terjadi karenanya.

Marah juga ibarat macan api yang siap dijadikan pasukan tempur dengan kekuatan dahsyat, kita harus menjinakannya terlebih dahulu, dan merawatnya setiap saat, karena kedahsyatanya bisa berbalik arah menyerang diri kita sendiri apabila dalam kondisi lengah.

Marah itu ibarat mobil mewah dengan spesifikasi canggih, kita harus belajar mengendarainya karena berjalan-jalan denganya merupakan kenikmatan yang sungguh luar biasa enaknya, namun jangan sekali-kali engkau mengendarainya apabila belum mahir dalam menyopir, karena perjalananmu beresiko mengalami kecelakaan yang bisa membuat tubuhmu kesakitan.

Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah marah, namun orang baik adalah orang yang bisa menggunakan marah dengan pas sesuai kebutuhan, ia tahu kapan harus marah jika itu untuk kebaikan, ia tahu mana marah yang berasal dari hawa nafsunya sehingga tidak seharusnya dilakukan, ia juga tahu mana marah yang akan memberi manfaat kebaikan sehingga ia akan berusaha untuk melakukan.

Jinakanlah sang Marah itu maka engkau akan menjadi manusia yang hebat, tapi sayangnya engkau hanyalah makhluk lemah yang harus tunduk kepada Allah sang penguasa alam semesta, untuk itu engkau harus mengikuti petunjuk Allah agar bisa mengendalikan marah. caranya yaitu dengan menjalankan segala kewajiban dan menjauhi larangan Allah, misalnya dengan Sholat maka kita bisa mencegah diri dari berbuat keji dan munkar, kita tahu bahwa keji dan munkar itu merupaka salah satu kawan baiknya Marah, selanjutnya dengan Puasa maka kita bisa melatih diri agar menjadi pribadi yang bertaqwa, dan salah satu keahlian orang bertaqwa itu adalah mahir dalam mengendalikan marah.

 

Janganlah engkau terburu-buru melabeli seseorang itu buruk karena ia marah, lihat dulu bagaimana kemarahanya, apakah ia yang mengendalikan marah atau memang ia terlonta-lonta diseret dahsyatnya sang marah. lihat juga niat dan apa dampak dibalik kemarahanya, jika niatnya baik dan dampaknya juga baik, maka bisa dipastikan orang yang marah itu tergolong sebagai orang baik, namun jika kemarahanya hanya menuruti hawa nafsu dan dampaknya banyak terjadi kerusakan, maka orang itu tidaklah tergolong sebagai orang baik.

Tapi saya pribadi memohon maaf apabila pernah marah, karena apapun kondisinya, terkena kemarahan itu bukanlah sesuatu yang mengenakan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.