susah dan senang ibarat siang dan malam yang datangnya silih bergantian

Ada saat ketika punya banyak waktu luang, dilain waktu seakan seluruh waktu habis untuk berbagai kegiatan.
Ada saat ketika hidup berlimpah dengan kekayaan, dilain waktu hidup penuh derita kemiskinan.
Ada saat ketika punya banyak makanan, dilain waktu sudah beberapa hari kelaparan.
Ada saat ketika dikelilingi oleh orang2 dengan rasa sayang, dilain waktu harus hidup sendirian.
Ada saat ketika dihormati dan dipuja2 oleh banyak orang, dilain waktu bagai sampah yang cuma jadi bahan cemoohan.
Ada saat ketika musuh-musuh berdatangan, dilain waktu tiba-tiba para sahabat berdekatan.
Ada saat ketika jadi atasan yang tinggal memerintahkan, dilain waktu harus jadi bawahan yang siap dijadikan pesuruhan.
Ada saat ketika tubuh bugar dengan kesehatan, dilain waktu terpaksa hidup sebagai pesakitan.

 

Hidup bukan masalah bisa jadi apa, dan bisa berada dalam posisi apa. Tapi hidup adalah bagaimana bisa menikmati dan meraih yang terbaik dalam setiap keadaan.
Sabar dan Syukur ibarat dua keping mata uang yang masing-masing perlu digunakan dengan pas sesuai keadaan.
Sabar ketika sempit..
Syukur ketika lapang..

susah senang

susah senang

Karena lapang dan sempit atau susah dan senang ibarat siang dan malam yang datangnya silih bergantian.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik )

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.