Sudah 3 tahun mengundurkan diri dari karyawan tetap

Tidak terasa sudah 3 tahun mengundurkan diri dari karyawan tetap dengan kepastian gaji puluhan juta per bulan + bermacam tunjangan 🙂

Banyak yang menganggapku gila karena di usia 27th berani meninggalkan status karyawan tetap perusahaan besar yang disitu saya tinggal menjalani hidup sampai umur 58th bekerja sesuai peraturan lalu pensiun.

 

Masalahnya adalah dulu memang saya pernah berpikir akan bisa mendapat kebahagiaan jika bisa mendapat banyak uang, tapi ternyata kebahagiaan itu justru lebih banyak kudapat ketika aku bisa melerakan untuk melepaskan uang, dan akan lebih bahagia lagi kalau bisa mendapat lebih banyak uang lalu digunakan untuk lebih banyak menebar kemanfaatan. dan hal itu tidak bisa kudapatkan jika tetap menjadi keryawan, meskipun penghasilanya sebesar apapun.

Saya ibaratkan bahwa menjadi karyawan itu ibarat ikan yang hidup di akuarium, sedangkan menjadi pengusaha itu ibarat ikan yang hidup di lautan.

Hidup di akuarium memang ada jaminan mendapat makanan, tinggal sedikit berenang saja sudah dipelihara oleh majikan.Hidup di laut itu memang lebih keras dari pada hidup di akuarium. Tapi di laut itu bebas, makanannya juga berlimpah tergantung kemampuan dalam mengambilnya sekaligus perlu pertahanan kuat agar tidak dimakan hewan buas.

Sekarang saya sudah lebih banyak mengarungi lautan, itu berarti sudah banyak pengalaman, sudah agak mahir berenang, berburu, dan bertahan ditengah kerasnya samudra kehidupan. tapi saya harus tetap banyak belajar karena ombak besar setiap saat bisa datang.

ahadi pengusaha

ahadi pengusaha

Yang jelas saya lebih bahagia setelah menjadi pengusaha, karena disitu ada kebebasan, kreatifitas, waktu luang, kekeluargaan, dan lain lain.

Menjadi pengusaha bukan berarti saya berhenti bekerja, tapi justru saya bekerja di perusahaan yang lebih besar yaitu Dunia.

Berhenti menjadi karyawan bukan berarti saya menjadi bos dan berhenti melayani atasan, tapi justru saya menjadi pelayan dalam lingkup yang lebih besar yaitu melayani banyak orang pada bidang usaha yang saya lakukan.

 

Jika dulu saya bekerja di perusahaan dengan atasan manajer berwujud manusia yang kemampuan serta kelakuanya terbatas.

Sekarang saya bekerja langsung di bawah komando Allah Tuhan penguasa alam yang maha pengasih dan penyayang, Tuhan yang maha adil dalam menghargai setiap pekerjaan yang saya lakukan, kerjanya menebar kemanfaatan sesuai bakat dan kemampuan, gajinya berupa rezeki, pemecatanya berupa kematian, pertanggungjawaban kerjanya kelak di akherat. setiap saat saya dididik melalui ibadah dan beragam peristiwa agar bisa menjadi karyawan yang lebih berkualitas.

Bukan bermaksud membandingkan mana yang lebih baik antara menjadi karyawan dan pengusaha, hanya menceritakan apa yang saya rasakan setelah menjalani keduanya.

 

Menjadi karyawan itu ada kepastian jaminan pendapatan tapi terikat pada aturan, Sedangkan menjadi pengusaha itu ada kebebasan namun perlu kerja lebih keras dan tahan banting untuk bisa bertahan. keduanya adalah pilihan serta takdir yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya sesuai profesi maupun bidang usaha yang dijalani.

Sudah 3 tahun mengundurkan diri dari karyawan tetap, semoga kita semua bisa meraih kesuksesan, sukses hidup bahagia di dunia maupun akherat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.