pebisnis halal bertaqwa yang hidupnya banyak menebar manfaat

Berbisnis yang halal itu semakin banyak bermanfaat maka semakin banyak penghasilan yang merapat. Sedangkan berbisnis yang haram itu semakin banyak bermaksiat maka semakin banyak penghasilan yang tertambat.

Keduanya adalah pilihan yang punya konsekuensi masing-masing. Yang jelas keberkahan itu ada pada bisnis halal. Sedangkan bisnis yang haram itu meskipun penghasilan sebesar apapun namun nikmatnya tidak akan pernah sampai ke ubun-ubun. Hanya bisa dinikmati di ujung jari jempol kaki saja, itupun dalam bentuk duri yang menusuk daging sehingga bisa memberikan efek guling-guling. Orang bijak pasti paham jalur bisnis mana yang mau dipilih.

 

Yang dimaksud berbisnis itu bukan hanya pengusaha ya! karena pada dasarnya seluruh manusia baik itu karyawan, profesional, pedagang, atau pengusaha adalah pebisnis, hanya bentuk modalnya saja yang berbeda. misalnya para pekerja atau karyawan itu adalah pebisnis yang bermodalkan jiwa, raga, kendaraan, atau ditambah otak bagi para profesional. Sedangkan para pengusaha itu bermodalkan lebih banyak lagi misalnya harta, jabatan, waktu, kesehatan, pertemanan, kepandaian, kesempatan, bangunan, serta yang lainya.

pengusaha yang bertaqwa

pengusaha yang bertaqwa

Jadi sepakat ya! bahwa kita semua adalah pebisnis, jadi marilah kita senantiasa berusaha menjadi pebisnis yang sukses.

Lalu apa kriteria sukses? Jadi begini, Penghasilan terbesar itu berupa bertambahnya iman dan ketaqwaan. itu bisa dilihat dari kematangan mental seseorang dalam bersikap serta mengambil sudut pandang dalam berbagai situasi. percayalah bahwa ketaqwaan adalah kuncinya hidup tenang dan bahagia. Jika masih kurang yakin coba perhatikan saat adzan berkumandang disitu ada kata “Hayya ‘alal falah” artinya “mari kenuju kemenangan / kebahagiaan / keberuntungan”. Jadi kemenangan dan kebahagian hidup itu akan bisa diraih jika kita menjalankan ibadah sholat, itu berarti menjadi orang yang bertaqwa, yaitu orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

 

Seorang pebisnis haram bisa saja mendapatkan penghasilan dalam bentuk harta atau tahta dalam jumlah berlimpah, namun tanpa adanya ketaqwaan maka harta tahta tesebut hanyalah bagai seonggok bangkai yang tergeletak diatas gundukan sampah. ia hanya akan terus mencari bangkai lain yang baunya lebih harum dari apa yang sudah didapat, sehingga tidak akan sempat merasakan indahnya mentari yang menyinari gumpalan embun pagi. Sebaliknya harta tahta ditangan orang bertaqwa akan menjelma laksana mutiara terindah penuh berkah, ia juga bisa menjelma laksana kuda emas yang mengendarainya bisa terlihat mulia dan gagah.

 

Begitulah kiranya sepenggal kata yang berkaitan dengan dunia bisnis, semoga kita semua tergolong sebagai pebisnis halal bertaqwa yang hidupnya banyak menebar manfaat. sehingga bisa hidup sukses, mulia, tenang dan bahagia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.