Meraih kebahagiaan hidup dengan berusaha menjadi orang yang bertaqwa

Disaat jutaan orang berlomba meningkatkan penghasilan serta mengejar keinginan namun melupakan kewajiban ibadah dengan harapan bisa meraih kebahagiaan dan menjadi pemenang dalam kehidupan. Beberapa gelintir orang justru mengambil langkah berbeda, namun mereka yang lebih sedikit itu justru merupakan para pemenang kehidupan yang sesungguhnya, merekalah pemilik kebahagiaan kehidupan. Siapakah mereka? Mereka adalah para hamba Allah yang senantiasa berusaha meningkatkan ketaqwaan dan menebar kemanfaatan. Benarkah demikian, lalu apa hubungan antara penghasilan, keinginan, ketaqwaan, dan kebahagiaan? mari kita coba gali disini lebih dalam karena cara meraih kebahagiaan hidup dengan berusaha menjadi orang yang bertaqwa.

 

orang yang bertaqwa

orang yang bertaqwa

Orang yang bertaqwa itu lebih berpeluang punya penghasilan banyak dan keinginanya mudah tercapai sehingga hidupnya bahagia, kenapa bisa?

ia bisa bersikap disiplin karena terbiasa berusaha menjalankan sholat tepat waktu. Kita tahu bahwa disiplin itu merupakan modal besar bagi seorang karyawan dalam memperoleh peningkatan karir, dan disiplin juga merupakan sikap yang sangat mendukung keberhasilan usaha.

Ia bisa mengendalikan keinginan karena terbiasa berusaha berpuasa. Hidup itu bisa berantakan apabila tidak dapat mengatur keinginan meskipun penghasilan besar. Harta berlimpah bisa saja habis semalam untuk dibelanjakan kepada hal-hal yang tidak berguna. Jabatan tinggi justru bisa membuat nama baik tercoreng apabila menyalahgunakanya karena menuruti keinginan haram. Hal-hal tersebut serta contoh lainya tidak akan terjadi pada orang bertaqwa yang sudah terlatih menunda hal-hal yang membatalkan puasa dari mulai terbit fajar sampai azan maghrib tiba.

Ia punya banyak teman karena terbiasa bersedekah, membazar zakat atau memberikan kebaikan. Kita tahu bahwa usaha apapun itu perlu relasi yang banyak sekaligus terjaga dengan baik agar bisa sukses. Istilah mudahnya silaturahmi bisa memperlancar rezeki.

Lalu bagaimana bila orang yang bertaqwa itu miskin, masihkan ia bisa hidup bahagia?

Tentu saja orang yang bertaqwa itu tetap hidup tenang dan bahagia meskipun miskin sekalipun, manusia bisa berusaha namun terkadang takdir berkata lain. orang bertaqwa itu terlatih menahan lapar dan haus saat berpuasa, sehingga ketika hidupnya dalam kondisi susah maka ia tidak kaget dengan kondisi tersebut sehingga tetap bisa menjalaninya dengan kesabaran, percayalah bahwa mau sesusah apapun kalau bisa sabar itu hidup akan tenang dan bahagia. Sebaliknya mau hidup berlimpah ruah kalau tidak bisa bersyukur maka hidup seakan hancur. Dan untuk bisa beryukur itu juga perlu ketaqwaan.

 

Setiap hari kita mendengar suara azan berkumandang yang didalamnya juga ada seruan “hayya ‘alal falah” artinya “mari menuju kemenangan/keberuntungan”. Jadi jelas sudah bahwa kunci kebahagiaan itu berupa ketaqwaan, yaitu menjalankan perintah Allah, serta menjauhi segala larangan Allah. Mari kita berusaha agar menjadi orang yang bertaqwa serta bermanfaat sesuai bidang kerja masing-masing. caranya yaitu dengan mengikuti jalan yang sudah dijelaskan oleh Allah SWT yaitu berupa menjalankan islam, membaca dan mengikuti alquran, serta meneladani cara hidup nabi Muhammad SAW. Karena Allah  yang maha pencipta alam semesta pasti tahu betul bagaimana cara terbaik bagi manusia agar dapat menaklukan dunia sehingga bisa meraih kebahagiaan serta ketenangan hidup di dunia maupun akherat. ibarat beli perangkat elektronik kalau menggunakanya mengikuti manual book yang dikeluarkan pabriknya maka akan bisa berfungsi dengan maksimal juga awet tahan lama.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.