Menjalankan Syahadat dalam kehidupan sehari hari

Rukun islam yang pertama yaitu syahadat yaitu bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bersaksi bahwa nabi muhammad adalah rasul utusan Allah. Kalimat syahadat dibaca ketika seseorang kembali masuk islam, kenapa ada kata “kembali” karena pada dasarnya seluruh manusia sudah bersyahadat sebelum dilahirkan ke dunia, setelah lahir ke dunia lalu ada yang tetap islam sampai akhir hayat atau berpindah halauan.

Asyhadu an La Ilaha Illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Asyhadu an La Ilaha Illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Jadi pola pikirnya begini, seluruh manusia sebelum dilahirkan ke dunia itu pada dasarnya sudah membaca syahadat yang berarti mengakui bahwa Allah adalah tuhan satu-satunya dan muhammad adalah rosul utusan Allah, kemudian ketika lahir ke dunia ada yang melupakan syahadatnya karena berbagai hal entah itu faktor pengaruh meniru keluarga yang non muslim, pergaulan, atau berbagai penyebab lainya. nah.. ketika seseorang itu sadar lalu kembali membaca syahadat berarti ia kembali islam atau biasa disebut masyarakat umum sebagai peristiwa “masuk islam”.

 

Setiap muslim itu membaca syahadat minimal 9 kali sehari saat melaksanakan sholat wajib 5 waktu setiap harinya apabila tidak berhalangan seperti wanita yang sedang haid. Kemudian dalam beraktifitas sehari-hari senantiasa berusaha melaksanakan syahadat, apa maksudnya? berikut ini beberapa contohnya.

Contoh Menjalankan Syahadat Tauhid dalam kehidupan sehari hari

Seorang karyawan disebuah perusahaan melaksanakan syahadat dalam bentuk meyakini bahwa yang memberikan penghasilan adalah Allah yang dititipkan kepada perusahaan tempat bekerja dalam bentuk upah atau gaji. ia bekerja di perusahaan tersebut dengan niat untuk ibadah kepada Allah. keyakinan tersebut akan terlihat dari caranya bersikap dalam bekerja yang giat, disiplin, tidak menuntut, dan sebagainya.

Contoh menjalankan syahadat rasul dalam kehidupan sehari-hari

Dengan bersaksi bahwa muhammad adalah rasul utusan Allah berarti kita mempercayai apa yang disampaikanya, sekaligus meneladani apa yang menjadi ajaranya. hal ini berarti perbuatan serta sikap kita sehari-hari berusaha meneladani cara hidup nabi muhammad, contohnya makan minum dengan tangan kanan, mengasihi orang lain, serta berbagai macam bentuk sikap terpuji lainya.

 

Yang pasti ada banyak bentuk pelaksanaan syahadat dalam kehidupan sehari hari menyesuaikan kondisi serta situasi masing-masing manusia. Seseorang yang telah melaksanakan syahadat itu akan hidup bahagia meskipun ia dalam kondisi miskin dunia sekalipun, apalagi kalau kaya harta benda maka ia akan sangat bahagia karena menjalankan syahadat dalam setiap aktifitasnya. Sebaliknya orang yang menggenggam dunia seisinya tapi tidak bersyahadat maka hidupnya akan terasa hampa dan tidak bahagia, apalagi kalau kondisinya miskin dunia maka akan lebih sengsara lagi. dari situ bisa kita lihat bahwa pelaksanaan kalimat syhadat tauhid dan rasul itu nilainya jauh lebih berharga dibanding dunia seisinya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.