Membangun prasangka sebagai cara mudah meraih cita cita

Ada rahasia dibalik membangun prasangka sebagai cara mudah meraih cita cita. Bangunlah prasangka pada dirimu sendiri juga orang-orang disekitarmu sesuai dengan apa yang akan menjadi cita-citamu. Karena bisa jadi prasangka itu merupakan doa yang akan dikabulkan Allah sehingga bisa memudahkan dalam mewujudkan cita-cita itu.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun prasangka itu, bisa dimulai dari cara berpakaian, cara berbicara, tingkah laku, menjalankan ibadah, dan lain sebagainya. Misalnya jika kita ingin menjadi orang kaya maka berpakaianlah sebagaimana orang kaya, karena bisa jadi anggapan orang yang melihatnya merupakan doa, mereka menganggap bahwa kita benar-benar orang kaya, dengan begitu semoga keinginan kita untuk menjadi orang kaya bisa lebih berpeluang untuk terwujud.

membangun prasangka

membangun prasangka

Bisa juga membangun prasangka dengan memperbanyak shodakoh. Banyak orang bilang bahwa sodakoh itu bisa memperlancar rezeki, lalu apa hubunganya memberi dengan datangnya rezeki. Mari coba kita lihat lebih jauh! dengan bersodakoh maka orang-orang menganggap bahwa kita adalah orang yang berlebih, mereka mengira bahwa kita adalah orang yang kaya sehingga mampu memberi. Nah.. anggapan orang-orang itu bisa jadi merupakan doa, dan kita tidak tahu doa orang mana yang akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Berkumpulah dengan orang-orang yang sudah menggapai cita-cita seperti apa yang engkau impikan, karena pola pikir mereka bisa menular kepadamu sehingga bisa membentuk prasangkamu. Dengan begitu maka engkau akan lebih berpeluang menggapai cita-cita sebagaimana apa yang sudah dicapai oleh mereka.

 

Ada sebuah hadits yang menginformasikan bahwa Allah itu tergantung persangkaan hambanya, hadits tersebut berbunyi seperti ini.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya =

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

 

Jadi marilah kita membangun diri dimulai dengan persangkaan yang baik-baik, pikiran yang positif, hati yang bersih serta tingkah laku yang terpuji. Perbanyak doa, usaha dan bertawakal kepada Allah, semoga apa yang menjadi cita-citamu bisa dengan mudah terwujud, semoga senantiasa banyak rezeki serta barokah. Dan kalaupun cita-citamu itu tidak terwujud maka bersabar dan yakinlah bahwa apa yang terjadi itulah yang terbaik. Ingatlah selalu bahwa bisa jadi engkau menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu, sebaliknya bisa jadi engkau membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.