Masalah itu ada sebagai lahan untuk ibadah bukan alasan untuk merasa susah

Masalah itu ada sebagai lahan untuk ibadah bukan alasan untuk merasa susah, sebagaimana lautan yang memerlukan jutaan bangkai agar ikan-ikan bisa tetap hidup didalamnya. Bukan berarti kita menginginkan kedatanganya atau justru membuat masalah, tapi agar kita bisa tetap tenang dan tidak bersedih hati ketika masalah itu datang.

Sesusah apapun kita dalam menghadapi masalah, sekeras apapun kita menggerutu ketika kedatangan masalah, atau sebanyak apapun air mata kita menetes meratapi masalah, maka yang namanya masalah itu tetaplah masalah.

 

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.