Kawanku menangis sedih atas penderitaan yang dialaminya

Kawanku menangis sedih atas penderitaan yang dialaminya, ia bilang kenapa hidupnya tetap miskin meskipun sudah berjuang dan bekerja sekuat tenaga. Disisi lain banyak kawan lainya justru hidup kaya meskipun tanpa harus susah payah bekerja, sebagian ada yang kaya karena warisan dari orang tua, atau kaya karena keberuntungan sedang menghinggap di dada.

Aku hanya tersenyum kecil menanggapi kegelisahan sekaligus protes yang disampaikanya, menurutnya Tuhan tidak adil kepadanya.

“Bersabarlah kawan, hadapilah itu dengan sabar dan terus bekerja lebih keras lagi, lihatlah disana masih banyak orang yang jauh lebih susah darimu, percayalah bahwa tidak akan ada perjuangan yang sia-sia, suatu saat engkau pasti akan memetik hasilnya entah itu di dunia maupun akherat, dan engkau tetaplah kawan terbaik bagiku meskipun miskin.”

Begitu kataku coba menenangkan sekaligus memberikan semangat hidup kepadanya.

 

Aku merasa bahwa itu merupakan kondisi yang sudah pernah sekaligus sering kualami, dan aku yakin sebagian besar orang juga mengalaminya karena pada dasarnya semua orang terlahir kedunia dalam kondisi tidak punya apa-apa. Bagiku itu merupakan satu anak tangga universitas kehidupan yang memang harus dilewati jika ingin hidup bahagia. Mereka yang lulus akan menyandang gelar Sarjana Sks yang merupakan kependekan dari kata “Sabar kekita susah”.

Apa yang terjadi itulah yang terbaik, bisa jadi engkau menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu, sebaliknya bisa jadi engkau membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untukmu.

 

Coba lihat isi hatimu, Coba lebih kenal dengan dirimu sendiri. tanyakan kepada hatimu!

  • Apa yang akan engkau lakukan ketika dalam kondisi kaya? adakah niat untuk menunjukan kekayaanmu kepada orang-orang yang engkau rasa pernah merendahkanmu.
  • Apakah engkau akan menggunakan kekayaanmu itu untuk hal-hal dijalan lurus yang membuat baik dirimu? ataukah justru akan engkau gunakan untuk berfoya-foya tiada guna.
  • Apakah engkau akan bisa menjaga kekayaanmu itu dari segala macam marabahaya? seperti perampokan, pencurian serta bermacam jenis tindak kejahatan lainya.

Coba lihat anak kecil di dekatmu? bagaimana orang tua yang menyayanginya justru memberikan harta berupa uang jajan serta perlengkapan bermain seperlunya. Bukankah memakaikan emas berlian kepadanya justru akan membahayakan karena bisa mengundang berbagai tindakan kriminal. Bukankah itu bisa membuatnya menyombongkan diri dihadapan teman-temanya sehingga berpotensi menimbulkan pertengkaran yang membahayakanya.

Jika orang tua saja membatasi pemberian kepada anaknya karena alasan kasih sayang. Lalu bagaimana Tuhan yang maha penyayang memberikan kekayaan kepada makhluk ciptaanya, bisa ditebak bahwa Tuhan memberikan kekayaan kepada masing-masing manusia sesuai dengan takaran menurut tingkat kedewasaanya, yang dalam hal ini bukan hanya dewasa secara tubuh atau raga, namun juga kedewasaan jiwa atau spiritual. Tujuanya tidak lain agar kekayaan itu bisa memberikan kebaikan sekaligus keamanan bagi manusia yang dititipinya. Kecuali Tuhan sedang murka kepada seseorang sehingga memberikan kelebihan kekayaan bukan berdasar kasih sayang tapi justru sedang membiarkanya terjerumus kedalam jurang kehancuran.

miskin sabar kaya miskin

miskin sabar kaya miskin

Jadi yang terpenting bukanlah bagaimana caranya agar kita segera menjadi orang kaya, tapi sudahkah kita menempa jiwa raga agar lebih dewasa sehingga siap mengolala kekayaan apabila dipercaya dititipi oleh Tuhan yang maha kaya. Lihatlah bagaimana jika ember yang masih bocor itu diisi dengan air penuh.

 

Begitulah kawan, tetaplah sabar dan terus berjuang. jika tetap miskin maka bersabarlah, yakinlah bahwa itulah yang terbaik untukmu dari sudut pandang Tuhan yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu, dan jika jadi orang kaya maka bersyukurlah. Gunakan kekayaanmu agar bisa hidup lebih bermanfaat lagi.

“Kudoakan bagi kawanku yang kaya semoga bisa makin kaya, kawanku yang masih miskin semoga segera tergolong sebagai orang kaya, dan semoga aku bisa lebih kaya dari kawanku semua :-)” dan kalian tetaplah kawan terbaiku meskipun kaya atau miskin.

Hidup ini adalah persaingan kawan, bersaing untuk menjadi yang terbaik dengan cara yang baik, karena Tuhan menyukai hambanya yang kuat dalam segala bidang entah itu perekonomian, pendidikan, kesehatan, atau yang lainya. Semoga kita senatiasa meraih keselamatan serta kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.