Jadilah manusia berkualitas yang bermanfaat sesuai bakat

Jadilah manusia berkualitas yang bermanfaat sesuai bakat. insya Allah pekerjaan akan mendekat dan penghasilan otomatis merapat. Rezeki akan mengejar orang yang bermanfaat meskipun ia bersembunyi dibalik kokohnya dinding rumah yang pintunya senantiasa tertutup rapat.

 

Orang yang bermanfaat itu bagaikan berlian yang terpendam diperut bumi, selalu saja ada orang yang memburu dan menggalinya.

sebaliknya seonggok sampah ditepi jalan tiada yang mau memungutnya, meskipun ada yang bersedia memungutnya itu hanyalah untuk diletakan ditempat sampah atau dibakar.

Contohnya coba lihat penjual makanan yang rasanya enak, ia akan didatangi pembeli meskipun jualanya masuk digang sempit. sebaliknya penjual makanan yang tidak memperhatikan kualitas makananya, meskipun ia gelar dagangan dipinggir jalan maka pembeli tetap saja enggan menghampiri, kalaupun ada yang mampir untuk pertama kali maka selanjutnya enggan mampir lagi.

 

Orang yang bermanfat itu bagaikan pohon yang berbuah lebat, selalu saja ada orang yang melindungi, merawat, dan menyiraminya.
Sebaliknya pohon tak berbuah yang merugikan itu akan ada banyak orang yang berpikir untuk menebangnya guna diganti dengan pohon yang lebih baik.

manusia yang bermanfaat sesuai bakat

manusia yang bermanfaat sesuai bakat

Tempa diri dengan cara berusaha menjalankan syariat islam, pelajari ilmu dan pengalaman yang sesuai bakat, maka akan menjadi muslim berkualtas yang bermanfaat. bermanfaat sesuai bidang masing-masing sehingga menjadi manusia yang derajatnya melebihi malaikat yang juga punya tugas atau manfaatnya dibidangnya masing-masing.

Semua orang berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan sang pencipta manusia pasti tahu apa saja yang terbaik untuk masing-masing orang sesuai bakatnya. sehingga ia dititipkan pada keluarga seperti apa, diberikan bekal hidup seperti apa, diberi perjalanan hidup seperti apa.

 

Semua orang pasti ingin menjadi orang baik dan mendapat kehidupan yang lebih baik. namun untuk meraih impian tersebut ia perlu kendaraan mewah agar bisa melesat cepat dijalanan, atau mengapung di dahsyatnya ombak lautan. kendaraan mewah itu bernama “Nafsu” yang harus dijinakan, perlu sering berlatih agar mahir menyopirnya. Kendaraan “Nafsu” itu bagaikan kuda emas yang berdiri diatasnya bisa terlihat gagah serta cepat sampai ke tujuan perjalanan, namun menjinakanya bukanlah sesuatu yang mudah, jika tidak pandai menungganginya maka bisa terjatuh penuh luka. untuk itu perlu menjalankan syariat islam (syahadat,sholat,puasa,zakat,haji) agar bisa menyopir diri dengan lincah, agar bisa menjadi manusia berkualitas yang bisa memberi manfaat sesuai bakat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.