Ihdinas Shirotol Mustaqim Tunjukkanlah Kami Jalan Yang Lurus

Ketika melaksanakan gerakan sholat yang salah satunya yaitu dalam posisi berdiri setelah takbir sambil membaca surat Alfatihah, disitu ada ayat ke 6 yang dalam bahasa arab اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ dalam huruf lathin Ihdina alssirata almustaqeema dibaca ihdinas shirotol mustaqim yang artinya dalam bahasa indonesia adalah “tunjukkanlah kami jalan yang lurus”.  sebenarnya apakah maksud dengan hal ini? mari kita selidiki lebih lanjut.

 

Tunjukkanlah Kami Jalan Yang Lurus, jalan yang seperti apa?

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

tunjukkanlah kami jalan yang lurus

Ihdinas Shirotol Mustaqim Tunjukkanlah Kami Jalan Yang Lurus

Ihdinas Shirotol Mustaqim Tunjukkanlah Kami Jalan Yang Lurus

Kita memohon kepada Allah dengan berkata ihdinas shirotol mustaqim yang artinya “tunjukkanlah kami Jalan yang Lurus”, lalu jalan seperti apakah itu? jawabanya ada pada ayat berikutnya yaitu

 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

yaitu Jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat”.

Jadi disitu jelas bahwa jalan yang kita minta berkriteria sebagai berikut.

  • Jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.
  • Bukan jalan orang-orang yang di murkai oleh Allah.
  • Bukan jalan orang-orang yang sesat dari jalan Allah.

Lalu sebenarnya siapakah orang yang tergolong kepada tiga kriteria mendapat nikmat, dimurkai, dan sesat tersebut, mari kita ungkap dengan mencari ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan tentang ketiga jalan ini.

Jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah

Mengenai jalan orang yang diberi nikmat bisa kita temukan jawabanya di Alquran surah An nisa ayat 69 dan 70, berikut ini surah an nisa 69-70 beserta terjemahnya dalam bahasa indonesia.

Surah an nisa ayat 69

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Surah an nisa ayat 70

ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا

Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Dari kedua ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa jalan yang kita minta adalah apa yang telah dilewati ada 4 golongan orang yang diberi nikmat oleh Allah yaitu

  1. Jalan Nabi – nabi, para nabi dan rasul diutus oleh Allah ke dunia untuk menyampaikan jalan kebenaran, Muhammad adalah nabi sekaligus rasul terakhir. jadi kita memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan kekuatan serta ketetapan untuk bisa selalu berada dijalan yang sudah diajarkan dan ditempuh  oleh nabi-nabi. Hal itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara meneladani sikap serta cara hidup nabi muhammad, contohnya dalam hal sikap kejujuran, dapat dipercaya, menyampaikan amanat, kebenaran, serta yang lainya.
  2. Jalan para Shiddiiqiin, yaitu jalan orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul. ini bisa kita lihat pada alquran surah Al Hadid ayat 19

     وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الصِّدِّيقُونَ

    dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien.

  3. Jalan orang-orang yang mati syahid, yaitu orang-orang yang gugur (mati) di jalan Allah.
  4. Jalan orang – orang saleh, yaitu jalan orang-orang yang berada dalam kebaikan, orang yang hidupnya meneladani para rasul dan nabi, orang-orang bertaqwa yang senantiasa menjalankan perintah Allah serta menjauhi laranganya.

Bukan jalan orang-orang yang di murkai oleh Allah

Golongan orang yang mendapat murka allah banyak disebutkan dalam Alquran dan hadits, contohnya seperti apa yang disebutkan pada hadis sebagai berikut.

اَرْبَعَةُ يُُبْغِضُهُمُ اللّهُ : الْبَيَّاعُ الْحَلاَّفُ وَالْفَقيْرُ الْمُخْتَالُ وَالشَّيْخُ الزَّانِى والإِمَامُ الجَائِرُ

“Empat orang yang dimurkai Allah, yaitu penjual yang suka bersumpah, fakir yang sombong, orang tua yang berzina, dan penguasa yang zalim.” (HR an-Nasa’i dan Baihaqi)

membaca hadist tersebut bisa kita lihat contoh orang yang dimurkai yaitu

  1. Pedagang yang suka bersumpah.
  2. Orang fakir miskin yang sombong.
  3. Orang tua yang berzina.
  4. Penguasa yang dzalim.

Bukan jalan orang-orang yang sesat dari jalan Allah

Kata sesat dalam dalam bahasa arab disebut sebagai “Dhalalah” disebut dalam Alquran sebanyak 193 kali. adapun orang  yang dimaksud sesat antara lain yaitu

  1. Orang kafir.
  2. Orang musyrik.
  3. Orang munafik.
  4. Orang Zalim.
  5. Orang yang berbuat maksiat dan dosa.
  6. Orang yang suka hidup mewah dan berlebihan.
  7. Orang yang tidak mempedulikan kebenarann.
  8. Orang dengan Sifat atau perilaku lainya yang tidak disukai Allah.

 

Demikian secercah pengetahuan mengenai ihdinas shirotol mustaqim tunjukkanlah kami jalan yang Lurus, penjelasan ini kita dapat dengan membaca Alquran dan hadits. jadi kita mohon kepada Allah agar senantiasa diberikan petunjuk sehingga bisa selalu berada di jalan yang lurus yaitu jalan orang yang diberi nikmat oleh Allah (nabi-nabi, para siidhiiqiin, para syuhada, dan orang-orang sholeh), dan sekaligus memohon agar dihindarkan dari jalan orang-orang yang dimurkai, dan dijauhkan dari jalan orang-orang yang sesat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.