Hakekat Suara Bedug dan Kentongan di Masjid Indonesia

Rata-rata masjid di Demak Jawa Tengah Indonesia terdapat kentongan dan bedug yang dibunyikan ketika tiba saatnya waktu sholat lima waktu, caranya yaitu ketika jam sudah menunjukan masuk jadwal waktu sholat lalu kentongan dan bedug dipukul secara bergantian sehingga menimbulkan suara keras yang berbunyi tong tong tong tong tong tong dung dung dung dung dung, setelah itu kemudian dilanjut suara adzan berkumandang. kondisi ini juga banyak ditemukan didaerah lain di indonesia. Perlu diketahui bahwa ini merupakan budaya nusantara yang ditradisikan oleh para ulama termasuk wali songo para penyebar islam di indonesia pada zaman dahulu, jadi tradisi bedug di masjid ini belum tentu ditemukan di negara-negara islam lainya. Sebenarnya apakah hakekat suara bedug dan kentongan di masjid indonesia ini? mari kita coba ungkap disini lebih jauh.

 

Bedug Masjid

Bedug Masjid

Untuk menguak misteri hakekat suara bedug dan kentongan di Masjid Indonesia, akan lebih baik jika kita coba memahami kondisi pada zaman dahulu. Saat ini suara adzan di masjid menggunakan alat pengeras suara berupa speaker yang bisa didengar dengan jarak radius beberapa kilometer, sedangkan suara bedug jarak radius dengarnya lebih pendek dari suara adzan di speaker. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi pada zaman dahulu ketika para muslim mengumandangkan adzan di masjid tanpa pengeras suara sebelum tersedia jaringan listrik sehingga hanya bisa terdengar dari jarak pendek, sedangkan suara kentongan dan bedug bisa terdengar lebih jauh sehingga cukup efektif sebagai pemberitahuan kepada warga disekitar masjid bahwa sudah masuk waktunya sholat berjamaah di masjid. warga kemudian berjalan menuju masjid dan bisa mendengarkan suara adzan ketika sudah berada didekat atau sudah masuk masjid, begitulah tujuan penggunaan bedug jika dilihat dari segi fungsi.

 

Hakekat Suara Bedug TONG TONG TONG TONG TONG TONG DUNG DUNG DUNG DUNG DUNG

Suara “tong” dibunyikan sebanyak enam kali sebagai simbol keenam rukun iman yang telah ada dalam diri, sedangkan suara “dung” dibunyikan sebanyak lima kali sebagai simbol kelima rukun islam. 6 Rukun iman dan dan 5 rukun islam tersebut merupakan hal yang ada pada pribadi seorang muslim.

Suara “tong” menyimbolkan hati yang masih keras, hati yang semaunya sendiri. sedangkan suara “dung” menyimbolkan hati yang telah lunak, hati yang telah patuh dan tunduk kepada perintah Allah yang diantaranya adalah kewajiban untuk menjalankan sholat lima waktu.

Jadi dengan didengarkanya suara tong lalu beralih ke suara dung saat waktunya sholat di masjid merupakan pemberitahuan kepada muslim agar menggerakan hati dan diri untuk menjalankan sholat wajib. Setelah suara bedug lalu dilanjut mengumandangkan suara adzan, atau bisa juga dilakukan secara bersamaan oleh dua orang yang berbeda.

 

itu dulu sebagian hakekat suara bedug dan kentongan di Masjid Indonesia, kurang dan lebihnya mohon diberikan koreksi serta kritik saran, dan lebih senang lagi kalau diberikan tambahan khazanah ilmu khususnya mengenai hakekat suara bedug disini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.