Cara menentukan sudut siku 90 derajat saat mengukur tanah

Saya buatkan panduan sederhana cara menentukan sudut siku 90 derajat saat mengukur tanah atau bangunan, meskipun terkesan sederhana namun ini bisa membingungkan bagi yang belum tahu ilmunya.

Disini kita asumsikan pengukuran tidak memakai theodolit atau waterpass melainkan sistem manual memakai alat meteran dan benang ukur. Dalam mengukur kita gunakan garis bantu berbentuk segitiga siku-siku dengan perbandingan panjang ketiga sisinya adalah 3:4:5.

Kenapa Sudut bangunan yang siku itu penting? karena akan lebih terlihat rapi dan indah, perletakan almari yang berbetuk persegi di sudut ruangan juga terlihat pas. Posisi potongan keramik dilantai, plafond juga nampak rapi apabila sudutnya benar-benar sembilan puluh derajat.

Oleh karena itu pembuatan sudutnya harus benar kecuali memang bangunanya direncanakan dengan sudut yang lain dari biasanya.

 

Variasi Ukuran dengan Perbandingan 3:4:5

Dari perbandingan 3:4:5 ini ada beberapa alternatif ukuran yang bisa dipakai misalnya

Faktor pengali 3 4 5
1 3 4 5
2 6 8 10
3 9 12 15
4 12 16 20
5 15 20 25
6 18 24 30
7 21 28 35
8 24 32 40
9 27 36 45
10 30 40 50
11 33 44 55
13 39 52 65
14 42 56 70
15 45 60 75
16 48 64 80
17 51 68 85
18 54 72 90
19 57 76 95
20 60 80 100

Satuanya bisa menggunakan mm, cm, m, atau yang lainya disesuaikan dengan kebutuhan saat melakukan pengukuran tanah. Agar lebih mudah dalam membayangkan bentuk segitiga siku-siku yang menggunakan perbandingan ini bisa melihat contoh gambar berikut.

 

SIKU 90 DERAJAT

SIKU 90 DERAJAT

Rumus ini banyak digunakan oleh para tukang bangunan dalam membuat bouwplank pondasi, mengukur tanah, memasang keramik lantai, plafond maupun pekerjaan lainya.

 

Kalau menggunakan alat ukur canggih seperti waterpass dan tehodolit bisa dilakukan dengan mengatur sudutnya lalu memutarnya dengan sudut 90 derajat. Namun biaya pengadaan alat ini cukup mahal apabila digunakan untuk mengukur tanah atau bangunan yang sifatnya hanya sederhana saja. Belum lagi pengoperasian alat ini memerlukan keahlian surveyor sehingga tidak semua tukang bangunan mengerti. kondisi ini menyebabkan alat digital ini hanya dipakai untuk proyek bangunan skala besar saja seperti infrastruktur jalan raya, bendungan, gedung, bandara dan sejenisnya.

Sedangkan untuk membangun rumah tinggal sudah cukup memakai benang dan meteran saja dengan menerapkan perbandingan 3 : 4 : 5 untuk membuat sudut siku 90 derajat. ilmu ini juga sangat penting dalam mengukur tanah yang bentuknya tidak beraturan, khusus untuk hal ini kita jelaskan secara khusus dihalaman tersendiri agar jelas.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.