Berniat Masuk Islam Karena Mau Menikah? Baca ini biar paham

Masuk islam dan menikah merupakan dua momen besar bagi seorang calon muslim yang hendak menjalaninya. Kita tahu bahwa seorang muslimah atau muslim hanya bisa menikah dengan yang seagama jika mau diakui secara syah dalam hukum agama islam.

Kenapa kita bilang itu dua momen besar? karena disitu pasti akan ada banyak pertimbangan baik itu dari sisi keluarga, lingkungan, masa depan, serta hal-hal lainya.

Ditengah segala kebimbangan, ketika akhirnya saudara memutuskan untuk tetap masuk islam maka disitu ada dua hal yang hendak digapai yaitu agama dan pasangan muslimah bagi laki-laki, atau muslim bagi perempuan.

 

Proses dari masuk islam sampai menikah resmi secara hukum agama dan negara

Prosesnya kurang lebih begini, dalam prakteknya bisa berbeda menyesuaikan kondisi masing-masing.

pernikahan

pernikahan

Carilah guru / pembimbing seorang muslim yang bertaqwa

Sebelumnya carilah guru atau pembimbing seorang muslim yang bertaqwa. Dari beliau, saudara bisa belajar mengenal apa itu islam, bagaimana cara masuk islam, serta bagaimana menjalani kehidupan setelah masuk islam. pembimbing tersebut bisa teman, saudara, imam masjid, atau yang lainya yang sudah beraga islam.

Disitu juga bisa dilakukan proses masuk islam apabila syarat syah dan rukunya sudah dipenuhi, namun secara negara belum diakui.

Baca : Syarat dan cara masuk islam atau menjadi mualaf

Melakukan proses masuk islam di KUA

Nah.. agar diakui keislaman saudara secara hukum negara maka setelah itu bisa datang ke kantor urusan agama (KUA) untuk melakukan proses masuk islam sehingga mendapatkan sertifikat masuk islam / KUA.

Baca : Syarat dan alur masuk islam di KUA (Kantor Urusan agama)

Melaksanakan Khitan bagi laki-laki yang belum berkhitan

khitan merupakan kewajiban bagi setiap laki-laki muslim, ada banyak hikmah didalamnya seperti sebagai upaya menjaga kebersihan, kesucian, serta kesehatan. Cara berkhitan bisa datang ke dokter yang memang spesialis dibidang ini.

Merubah data agama di KTP dan KK ke dinas pendudukan dan catatan sipil (disdukcapil)

Selanjutnya merubah keterangan agama yang tertulis pada kartu tanda penduduk dan kartu keluarga ke disdukcapil sampai di terbitkan KTP dan KK baru yang didalamnya sudah menyertakan keterangan beraga islam.

Musyawarah dengan keluarga calon pasangan

Lalu melakukan musyawarah dengan keluarga pasangan yang hendak dinikahi, sehingga dapat ditentukan tempat dan tanggal  dilangsungkanya akad nikah.

Mendaftar ke KUA untuk proses akad nikah

Setelah itu bisa datang ke KUA untuk mendaftar menikah secara islam, proses akad nikah bisa dilakukan di KUA atau tempat sesuai permintaan.

 

Wali Nikah

Perlu diketahui bahwa dalam menikah itu harus ada wali dari pihak mempelai wanita. Wali itu adalah seorang ayah kandung yang beragama islam, apabila ayah kandung tidak ada maka bisa diwakili oleh kakek laki-laki, atau paman laki-laki, atau kakak laki-laki yang beraga islam. apabila orang-orang yang berhak menjadi wali nikah itu tidak ada, atau ada tapi tidak beraga islam maka gugur hak perwalianya sehingga pernikahan bisa dilanjutkan dengan wali hakim berupa penguasa atau dalam hal ini diwakili oleh petugas KUA.

Sedangkan bagi laki-laki tidak perlu wali, namun diperlukan keberadaan saksi nikah berupa minimal seorang muslim dari pihak laki-laki maupun wanita.

 

itulah beberapa hal yang bisa saya sampaikan semoga bisa menambah wawasan serta mempertebal keimanan. Pesan dari saya yaitu niatkan proses masuk islam semata-mata hanya untuk Allah, dan laksanakanlah islam dengan benar serta sungguh-sungguh.

Kuatkan 6 rukun iman. Jalankan syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji bagi yang mampu. Dan jadilah pribadi yang ikhsan. Dengan begitu insya Allah semoga kebahagiaan hidup di dunia dan akherat dapat tercapai dengan mudah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.