Belajar pada lautan yang menyimpan mutiara terbesar kehidupan

Kita bisa belajar pada lautan yang menyimpan mutiara terbesar kehidupan, ia mengajarkan kesabaran, ketangguhan hidup, kedermawanan, serta bermacam kebaikan hidup. apabila kebaikan-kebaikan itu dijalankan oleh seorang manusia maka ia bisa dengan mudah mendapatkan kebahagiaan. nah.. kebaikan-kebaikan itulah yang dimaksud dengan mutiara terbesar kehidupan yang nilainya jauh lebih besar dari gaji seumur hidup bagi karyawan, atau lebih besar dari omzet bagi pengusaha. sebagai gambaran, berikut ini kita buatkan kata-kata sederhana tentang lautan, semoga hal sederhana ini bisa memberikan informasi guna menggapai kehidupan yang lebih bahagia.

 

Lautan

Entah sudah berapa banyak sampah yang mengalir ke lautan namun ia hanya diam, wajahnya tetap bersih kebiruan.

Entah sudah berapa banyak nelayan yang mengambil ikan di lautan, namun ia tetap memberikan yang terbaik bagi setiap jiwa yang membutuhkan.

Entah berapa banyak garam yang mengasinkan, sehingga beribu tetesan air hujan tak akan sanggup membuatmu tawar.

Entah sudah berapa gulung ombak yang engkau hamparkan, sehingga setiap ikan bisa mendapat pernapasan.

lautan

lautan

Lautan

Dalam diam engkau ajarkan kami kehidupan.

Kesabaran, Kedermawanan, Ketabahan, Ketangguhan dan berjuta kebaikan lain yang tak akan sanggup diucapkan.

Lautan

Engkaulah sang penyimpan mutiara terbesar kehidupan, mutiara yang diburu oleh setiap jiwa yang haus akan kebahagiaan.

Tidaklah mudah untuk mengambil mutiara itu, karena sebelumnya kami harus sabar berenang diantara sampah-sampah yang bertebaran.

kami juga harus bersaing dengan semangat para nelayan yang berlomba-lomba menangkap ikan.

kami juga harus bisa bertahan dari kejaran ikan-ikan buas yang siap mengoyak tubuh menjadi berantakan.

Kami harus rela meninggalkan sejenak kehidupan indah yang dihiasi dengan awan serta burung-burung beterbangan.

 

Jadi kita bisa belajar bersikap sabar sebagaimana lautan yang menerima banyak sampah namun kotoran itu tidaklah membuat lautan menjadi goyah, begitu juga sebagai manusia adakalanya kita menghadapi masalah, cemoohan, musibah, fitnah dan bermacam hal yang tidak disukai, namun seyoganya semua itu tidaklah membuat pribadi kita menjadi goyah sehingga dipenuhi oleh kesusahaan, hendaknya kita tetap tenang laksana lautan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.