Apa yang telah terjadi itulah yang terbaik

Ada orang yang bedoa agar bisa meraih kebahagiaan dengan cepat, kebahagiaan itu digambarkan sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran. Namun ternyata yang terjadi justru diluar perkiraan, dalam pandanganya hal itu membuat hatinya merasa sempit penuh kegelisahan, sehingga kepala merasa pusing bukan kepalang. Rasa susah hati itu tidak seharusnya ada karena setiap apa yang telah terjadi itulah yang terbaik. Yakinlah bahwa Allah pasti mengabulkan doa setiap muslim namun waktu dan bentuk pengabulanya merupakan hak prioritas Allah yang maha mengatur kehidupan. Allah tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tapi Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan. Ambil hikmah serta coba beripikirlah positif dalam menghadapi setiap peristiwa sehingga hati akan diliputi dengan ketenangan. jika dalam keadaan susah saja hati merasa tenang, lalu alasan apa lagi yang membuat hidup tidak bisa bahagia? contohnya begini.

 

Ketika kita sakit, yakinlah bahwa itu sarana agar dosa-dosa berguguran

Saya yakin sebagian besar orang menginginkan tubuh yang sehat, namun apalah daya jika ada saatnya kita mendapat undian untuk merasakan kesakitan. jika penyakit itu sudah membuat tubuh kita kesakitan, lalu apakah tidak rugi jika masih menambahnya dengan hati yang penuh kegelisahaan karena tidak mau menerima keadaan. lebih baik meyakinkan diri bahwa sakit itu merupakan cara Allah untuk merontokan dosa-dosa kita sehingga kelak di akherat bisa lebih banyak timbangan amal kebaikan, lebih baik dosa itu dibalas di dunia yang hanya sementara daripada dibalas di akherat yang waktunya berpanjangan.

sakit

sakit

Ketika barang kita diambil pencuri, yakinlah kita sedang menambah saldo tabungan di bank akherat

Jika dalam mengukur kesuksesan itu dari banyaknya harta di dunia, maka kita akan merasa gagal apabila harta itu berkurang. Apalagi berkurangnya itu karena pencurian yang pastinya diluar dari perencanaan. kondisinya akan berbeda jika ukuran kesuksesan kita adalah dari banyaknya tabungan di akherat, kita akan merasa tenang ketika harta dunia berkurang jika memang itu justru bisa menambah saldo tabungan akherat. contohnya ketika buah di pohon pekarangan kita di curi orang, anggap saja itu sebagai sedekah. Disitu kita justru perlu instrospeksi apakah sedekah kita kurang sehingga harus diambil sedekahnya dengan bentuk pencurian. namun bukan berarti kita berharap agar barang kita banyak dicuri, tapi mengamankan merupakan langkah terbaik.

Ketika di omongin jelek sama orang, berbahagialah karena dosa-dosa kita diambil alih oleh orang itu

Di akherat kelak ada golongan orang-orang yang rugi, yaitu orang yang banyak ibadahnya namun rajin menjelek-jelekan orang lain, pahala ibadahnya diberikan kepada orang yang dijelek-jelekin, dan jika pahalanya masih kurang untuk membayar ganti rugi, maka dosa orang yang dijelek-jelekin diambil alih olehnya. jadi bukankankah ketika kita sedang dijelek-jelekan orang itu kita akan mendapatkan pahala ibadahnya tanpa harus repot-repot melaksanakan, dosa-dosa kita juga bisa diambil alih olehnya sehingga kelak bisa kembali ke akherat dengan banyaknya timbangan kebaikan. jadi tidak perlu jengkel dan sedih ketika di jelek-jelekan orang, namun bersyukurlah karena dari situ kita bisa mendapat hadiah pahala kebaikan.

 

Jadi nikmati saja apa yang telah terjadi, tidak usah terlalu dirisaukan. jadikan itu sebagai bahan instopeksi diri, lebih baik menyibukan diri dengan berbuat yang terbaik sesuai dengan keadaan saat ini serta merencanakan hal-hal baik apa yang bisa dilkakukan di masa depan. yakinlah selalu, bahwa apa yang telah terjadi itulah yang terbaik. sebagai manusia kita punya rencana, namun Allah yang berhak memutuskan apa yang akan terjadi. Jika doa kita justru diberikan dalam bentuk kesusahan bagaikan ulat bulu, maka yakinlah bahwa ulat bulu tersebut kelak akan berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.