Apa yang harus dilakukan setelah masuk islam? inilah jawabanya

Apa yang harus dilakukan setelah masuk islam? inilah jawabanya kita uraikan disini semoga bisa menambah pengetahuan kita dalam hal hak dan kewajiban seorang muslim. Juga semoga bisa menjadi penuntun bari para sudara kita yang baru saja masuk islam atau istilahnya muallaf. Yang utama yaitu menjalankan 6 rukun iman dan 5 rukun islam, serta ihsan. berikut ini penjelasan lebih detailnya.

Mengenai cara masuk islam bisa baca: syarat dan cara masuk islam atau menjadi mualaf

 

apa yang harus dilakukan setelah masuk islam

apa yang harus dilakukan setelah masuk islam

Menjalankan 6 rukun iman

Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah “Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat”. Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang”. Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.

Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.

“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada.” — QS. Al Fath [48] : 4

  • Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.”
  • Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.”
  • Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”

Berikut ini 6 rukun iman

1. iman kepada Allah

  • Mengimani adanya Allah.
  • Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah.
  • Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala.
  • Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma’ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.

2. iman kepada malaikat allah

Mengimani adanya malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, beserta amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada para malaikat. Jumlah malaikat tidak ada seorangpun yang tahu dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya. Orang islam wajib mengimani 10 malaikat yaitu:

  1. Malaikat Jibril
  2. Malaikat Mikal
  3. Malaikat Rakib
  4. Malaikat Atid
  5. Malaikat Mungkar
  6. Malaikat Nakir
  7. Malaikat Izrail
  8. Malaikat Israfil
  9. Malaikat Malik
  10. Malaikat Ridwan

3. iman kepada kitab -kitab Allah

Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah Kalam (ucapan) yang merupakan sifat Allah. Mengimami bahwa kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT ada 4 (empat) yaitu:

  1. Kitab Suci Taurat
  2. Kita Suci Zabur
  3. Kitab Suci Injil
  4. Kitab Suci Al-Qur’an

Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur’an merupakan penggenapan kitab-kitab suci terdahulu.

4. iman kepada para rasul Allah

Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya. sebagai seorang muslim kita wajib mengenal nama 25 rasul yang terdapat dalam Alaquran dan hadits yaitu
Dari Al-Quran dan hadits disebutkan beberapa nama nabi sekaligus rasul, di antaranya yaitu:

  1. Adam
  2. Syits diutus untuk memimpin anak cucu Adam dan bani Qabil.
  3. Idris diutus untuk bani Qabil[4] di Babul, Iraq dan Memphis dan bani Syits di Abu Qubays hingga Mesir.
  4. Nuh diutus untuk bani Rasib di wilayah Selatan Iraq.
  5. Hud diutus untuk ʿĀd yang tinggal di Al-Ahqaf, Yaman.
  6. Shaleh diutus untuk kaum Tsamūd di Semenanjung Arab.
  7. Ibrahim diutus untuk bangsa Kaldeā di Kaldaniyyun Ur, Iraq.
  8. Luth diutus untuk negeri Sadūm dan Amūrah di Syam, Palestina.
  9. Isma’il diutus untuk untuk penduduk Al-Amaliq, bani Jurhum dan qabilah Yaman, Mekkah.
  10. Ishaq diutus untuk Kanʻān di wilayah Al-Khalil, Palestina.
  11. Yaqub diutus untuk Kanʻān di Syam.
  12. Yusuf diutus untuk Hyksos dan Kanʻān di Mesir.
  13. Ayyub diutus untuk bani Israel dan bangsa Amoria (Aramin) di Horan, Syria.
  14. Syu’aib diutus untuk kaum Rass, negeri Madyan dan Aykah.
  15. Musa dan Harun diutus untuk bangsa Mesir Kuno dan Bani Israel di Mesir.
  16. Zulkifli diutus untuk bangsa Amoria di Damaskus.
  17. Yunus diutus untuk bangsa Assyria di Ninawa, Iraq.
  18. Ilyas diutus untuk Funisia dan bani Israel, di Ba’labak Syam.
  19. Ilyasa diutus untuk bani Israel dan kaum Amoria di Panyas, Syam.
  20. Daud diutus untuk bani Israel di Palestina.
  21. Sulaiman diutus untuk bani Israel di Palestina.
  22. Zakaria diutus untuk bani Israil di Palestina.
  23. Yahya diutus untuk bani Israil di Palestina.
  24. Isa diutus untuk bani Israil di Palestina.
  25. Muhammad seorang nabi dan rasul terakhir yang diutus di Jazirah Arab untuk seluruh umat manusia dan jin

5. iman kepada hari kiamat / hari akhir

Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.

6. iman kepada qada dan qadar

Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu atas izin dari Allah. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka demikian pula perbuatan mereka melalui kehendak Ilahi.

sumber referensi = https://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Iman

 

Menjalankan 5 rukun islam

1. Menjalankan Syahadat

Bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah secara hak melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Syahadat (persaksian) ini memiliki makna mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati lalu mengamalkannya melalui perbuatan. Adapun orang yang mengucapkannya secara lisan namun tidak mengetahui maknanya dan tidak mengamalkannya maka tidak ada manfaat sama sekali dengan syahadatnya.

Makna “La ilaha Illallah” Yaitu tidak ada yang berhak diibadahi secara haq di bumi maupun di langit melainkan Allah semata. Dialah ilah yang haq sedang ilah (sesembahan) selain-Nya adalah batil. Sedang Ilah maknanya ma’bud (yang diibadahi). Artinya secara harfiah adalah: “Tiada Tuhan selain Allah”

Makna syahadat Muhammad Rasulullah adalah mengetahui dan meyakini bahwa Muhammad utusan Allah kepada seluruh manusia, dia seorang hamba biasa yang tidak boleh disembah, sekaligus rasul yang tidak boleh didustakan. Akan tetapi harus ditaati dan diikuti. Siapa yang menaatinya masuk surga dan siapa yang mendurhakainya masuk neraka.

2. Menjalankan Shalat

Shalat lima waktu sehari semalam yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim di mana ia bermunajat dan berdoa kepada-Nya. Juga untuk menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat membahagiakannya di dunia dan akhirat.

Allah mensyariatkan dalam shalat, suci badan, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk shalat. Maka seorang muslim membersihkan diri dengan air suci dari semua barang najis seperti air kecil dan besar dalam rangka menyucikan badannya dari najis lahir dan hatinya dari najis batin.

Shalat merupakan tiang agama. Ia sebagai rukun terpenting Islam setelah dua kalimat syahadat. Seorang muslim wajib memeliharanya semenjak usia baligh (dewasa) hingga mati. Ia wajib memerintahkannya kepada keluarga dan anak-anaknya semenjak usia tujuh tahun dalam rangka membiasakannya. Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (An Nisa: 103)

Shalat wajib bagi seorang muslim dalam kondisi apapun hingga pada kondisi ketakutan dan sakit. Ia menjalankan Shalatsesuai kemampuannya baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring hingga sekalipun tidak mampu kecuali sekedar dengan isyarat mata atau hatinya maka ia boleh Shalat dengan isyarat. Rasul  mengkhabarkan bahwa orang yang meninggalkan Shala titu bukanlah seorang muslim entah laki atau perempuan. Ia bersabda :

““Perjanjian antara kami dengan mereka adalah Shalat. Siapa yang meninggalkannya berarti telah kafir” hadits shohih.

Shalat lima waktu itu adalah Shalat Shubuh, Shalat Dhuhur, Shalat Ashar, Shalat Maghrib dan Shalat Isya’.

Waktu Shalat Shubuh dimulai dari munculnya mentari pagi di Timur dan berakhir saat terbit matahari. Tidak boleh menunda sampai akhir waktunya. Waktu Shalat Dhuhur dimulai dari condongnya matahari hingga sesuatu sepanjang bayang-bayangnya. Waktu Shalat Ashar dimulai setelah habisnya waktu Shalat Dhuhur hingga matahari menguning dan tidak boleh menundanya hingga akhir waktu. Akan tetapi ditunaikan selama matahari masih putih cerah. Waktu Maghrib dimulai setelah terbenamnya matahari dan berakhir dengan lenyapnya senja merah dan tidak boleh ditunda hingga akhir waktunya. Sedang waktu ShalatIsya’ dimulai setelah habisnya waktu maghrib hingga akhir malam dan tidak boleh ditunda setelah itu.

Seandainya seorang muslim menunda-nunda sekali shalat saja dari ketentuan waktunya hingga keluar waktunya tanpa alasan yang dibenarkan syariat di luar keinginannya maka ia telah melakukan dosa besar. Ia harus bertaubat kepada Allah dan tidak mengulangi lagi.

3. Membazar Zakat

Allah telah memerintahkan setiap muslim yang memilki harta mencapai nisab untuk mengeluarkan zakat hartanya setiap tahun. Ia berikan kepada yang berhak menerima dari kalangan fakir serta selain mereka yang zakat boleh diserahkan kepada mereka sebagaimana telah diterangkan dalam Al Qur’an.

Nishab emas sebanyak 20 mitsqal. Nishab perak sebanyak 200 dirham atau mata uang kertas yang senilai itu. Barang-barang dagangan dengan segala macam jika nilainya telah mencapai nishab wajib pemiliknya mengeluarkan zakatnya manakala telah berlalu setahun. Nishab biji-bijian dan buah-buahan 300 sha’. Rumah siap jual dikeluarkan zakat nilainya. Sedang rumah siap sewa saja dikeluarkan zakat upahnya. Kadar zakat pada emas, perak dan barang-barang dagangan 2,5 % setiap tahunnya. Pada biji-bijian dan buah-buahan 10 % dari yang diairi tanpa kesulitan seperti yang diairi dengan air sungai, mata air yang mengalir atau hujan. Sedang 5 % pada biji-bijian yang diairi dengan susah seperti yang diairi dengan alat penimba air.

Di antara manfaat mengeluarkan zakat menghibur jiwa orang-orang fakir dan menutupi kebutuhan mereka serta menguatkan ikatan cinta antara mereka dan orang kaya.

4. Menjalankan Puasa

Puasa pada bulan Ramadan yaitu bulan kesembilan dari bulan hijriyah.

Sifat puasa: Seorang muslim berniat puasa sebelum waktu shubuh (fajar) terang. Kemudian menahan dari makan, minum dan jima’ (mendatangi istri) hingga terbenamnya matahari kemudian berbuka. Ia kerjakan hal itu selama hari bulan Romadhon. Dengan itu ia menghendaki ridho Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya.

Dalam puasa terdapat beberapa manfaat tak terhingga. Di antara yang terpenting: Merupakan ibadah kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Seorang hamba meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya demi Allah. Hal itu di antara sarana terbesar mencapai taqwa kepada Allah ta’ala. Adapun manfaat puasa dari sudut kesehatan, ekonomi, sosial maka amat banyak. Tidak ada yang dapat mengetahuinya selain mereka yang berpuasa atas dorongan akidah dan iman.

Selain puasa wajib di bulan ramadhan juga ada puasa sunah yang apabila dijalankan mendapat pahala dan apabila tidak dijalankan maka tidak apa-apa misalnya puasa senin kamis, puasa daud, puasa arafah, serta yang lainya.

5. Menjalankan Haji Bagi Yang Mampu

Rukun Islam kelima adalah haji (ziarah) ke Baitullah Mekkah sekali seumur hidup. Adapun lebihnya maka merupakan sunnah. Dalam ibadah haji terdapat manfaat tak terhingga :

Pertama, haji merupakan bentuk ibadah kepada Allah ta’ala dengan ruh, badan dan harta.

Kedua, ketika haji kaum muslimin dari segala penjuru dapat berkumpul dan bertemu di satu tempat. Mereka mengenakan satu pakaian dan menyembah satu Robb dalam satu waktu. Tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, kaya maupun miskin, kulit putih maupun kulit hitam. Semua merupakan makhluk dan hamba Allah. Sehingga kaum muslimin dapat bertaaruf (saling kenal) dan taawun (saling tolong menolong). Mereka sama-sama mengingat pada hari Allah membangkitkan mereka semuanya dan mengumpulkan mereka dalam satu tempat untuk diadakan hisab (penghitungan amal) sehingga mereka mengadakan persiapan untuk kehidupan setelah mati dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah ta’ala.

sumber referensi = https://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam

 

Menjalankan Ihsan

Ihsan (Arab: احسان; “kesempurnaan” atau “terbaik”) adalah seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya.

Ihsan adalah lawan dari isa’ah (berbuat kejelekan), yaitu seorang manusia mencurahkan kebaikan dan menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain. Mencurahkan kebaikan kepada hamba-hamba Allah dengan harta, ilmu, kedudukan dan badannya

Ihsan terbagi menjadi dua macam:

  1. Ihsan di dalam beribadah kepada Sang Pencipta (Al-Khaliq)
  2. Ihsan kepada makhluk ciptaan Allah

Ihsan di dalam beribadah kepada Allah

Ihsan di dalam beribadah kepada Al-khaliq memiliki dua tingkatan:

  1. Kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, ini adalah ibadah dari seseorang yang mengharapkan rahmat dan ampunan-Nya. Nama lain dari perbuatan ini disebut Maqam al-Musyahadah (مقام المشاهدة). Dan keadaan ini merupakan tingkatan ihsan yang paling tinggi, karena dia berangkat dari sikap membutuhkan, harapan dan kerinduan. Dia menuju dan berupaya mendekatkan diri kepada-Nya. Sikap seperti ini membuat hatinya terang-benderang dengan cahaya iman dan merefleksikan pengetahuan hati menjadi ilmu pengetahuan, sehingga yang abstrak menjadi nyata.
  2. Jika kamu tidak mampu beribadah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu, dan ini ibadah dari seseorang yang lari dari adzab dan siksanya. Dan hal ini lebih rendah tingkatannya daripada tingkatan yang pertama, karena sikap ihsannya didorong dari rasa diawasi, takut akan hukuman. Sehingga, dari sini, ulama salaf berpendapat bahwa, “Barangsiaa yang beramal atas dasar melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia seorang yang arif, sedang siapapun yang bermal karena merasa diawasi Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia seorang yang ikhlas (mukhlis).”

Maka suatu ibadah dibangun atas dua hal ini, puncak kecintaan dan kerendahan, maka pelakunya akan menjadi orang yang ikhlas kepada Allah. Dengan ibadah yang seperti itu seseorang tidak akan bermaksud supaya di lihat orang (riya’), di dengar orang (sum’ah) maupun menginginkan pujian dari orang atas ibadahnya tersebut. Tidak peduli ibadahnya itu tampak oleh orang maupun tidak diketahui orang, sama saja kualitas kebagusan ibadahnya. Muhsinin (seseorang yang berbuat ihsan) akan selalu membaguskan ibadahnya disetiap keadaan.

Ihsan kepada makhluk ciptaan Allah

Berbuat ihsan kepada makhluk ciptaan Allah dalam empat hal, yaitu:

  1. Harta, Yaitu dengan cara berinfak, bersedekah dan mengeluarkan zakat. Jenis perbuatan ihsan dengan harta yang paling mulia adalah mengeluarkan zakat karena dia termasuk di dalam Rukun Islam. Kemudian juga nafkah yang wajib diberikan kepada orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya seperti istri, anak, orang-tua, dll. Kemudian sedekah bagi orang miskin dan orang yang membutuhkan lainnya.
  2. Kedudukan, Manusia itu bertingkat-tingkat jabatannya. Sehingga apabila dia memiliki kedudukan yang berwenang maka digunakannya untuk membantu orang lain dalam hal menolak bahaya ataupun memberikan manfaat kepada orang lain dengan kekusaannya tersebut.
  3. Ilmu, Yakni memberikan ilmu bermanfaat yang diketahuinya kepada orang lain, dengan cara mengajarkannya.
  4. Badan, Yakni menolong seseorang dengan tenaganya. membawakan barang-barang orang yang keberatan, mengantarkan orang untuk menunjukan jalan, dan ini termasuk bentuk sedekah dan bentuk ihsan kepada makhluk Tuhan.

sumber referensi = https://id.wikipedia.org/wiki/Ihsan

 

Bagi laki-laki dewasa yang belum berkhitan hendaknya melakukan khitan terlebih dahulu, perlu diketahui bahwa sebelum sholat itu ada kewajiban untuk menjalankan wudhu yang fungsinya menghilangkan hadas/najis kecil, atau harus mandi junub apabila ada hadas/najis besar. Untuk itu berkhitan merupakan salah satu bentuk cara untuk menjaga kesucian diri agar terhindar dari najis seperti air kencing yang masih menempel pada tubuh.

Dalam menjalankan kelima rukun islam dan keenam rukun iman tersebut memerlukan ilmu sehingga bisa sesuai dengan syarat sahnya. Untuk itu sebagai seorang muslim kita juga berkewajiban untuk gemar menuntut ilmu baik itu agama maupun dunia sehingga bisa menjadi seorang muslim yang kuat sekaligus berkualitas yang bermanfaat.

Selain itu juga ada beberapa hal yang sunah atau dianjurkan untuk dilakukan bagi yang berkemampuan seperti bersedekah, berbudi pekerti baik, membantu orang miskin, memelihara yatim piatu, serta beberapa perbuatan baik lainya.

Demikian sekilas info mengenai apa yang harus dilakukan setelah masuk islam atau menjadi muallaf, masih banyak hal lain yang perlu dipelajari dan dilaksanakan untuk itu perlu banyak bertanya atau berguru pada orang yang sudah banyak

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.